Home / NTT NEWS / Sambut Baru ‘Kelabu’ di Desa Galang, Mabar
Foto: Illustrasi

Sambut Baru ‘Kelabu’ di Desa Galang, Mabar

Mabar, VoxNtt.com-Dugaan pengeroyokan terjadi di Pau, Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (10/10) . Persitiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 wita ini, berlangsung di  rumah Arnoldus Antong saat acara syukuran sambut baru (komuni pertama) anaknya.

Dalam catatan kronologis yang diterima VoxNtt.com, kejadian ini bermula ketika salah satu terduga Hilarius Harung (HH), memberikan salaman keliling kepada semua tamu undangan termasuk bersalaman dengan Elisabet Jiji, istri dari salah satu korban penganiayaan.

Pada saat bersalaman dengan Elisabet, HH melemparkan tuduhan bahwa suaminya melakukan penggembosan ban sepeda motor milik anaknya.

Menerima tuduhan tersebut, Elisabet kaget dan langsung mencari suaminya, Siprianus Datul  yang pada saat itu  sedang berkeliling memberikan ucapan selamat kepada anak-anak sambut baru di kampung itu.

Dalam perjalanan, ia dibantu saudara Hendrikus Mandus yang juga pada saat itu sedang merayakan acara anaknya yang sambut baru .

Setelah bertemu dengan Sang suami, Hendrikus Mandus pun mengantar Siprianus Datul ke rumah Arnoldus Antong, yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara (TKP) insiden tersebut.

Begitu memasuki rumah, saudara Hilarius Harung (HH) bersama Anus Maun (AM) langsung menyerang ke arah keduanya (Siprianus Datul dan Hendrikus Mandus).

Kedua korban sempat memberikan perlawanan, tetapi karena jumlah penyerang terlalu banyak, keduanya melarikan diri keluar rumah. Namun seperti sudah direncanakan, Stefanus Mastu (SM) yang tadinya berada di dalam rumah, berlari keluar untuk mencabut kayu pagar pembatas rumah  untuk diberikan kepada HH.

Selain memberikan kayu jenis gamal kepada HH, Stefanus juga mengambil sebilah bambu  pagar untuk memukul Hendrikus Mandus (HM) ke arah kepala. HM sempat menahan pukulan tersebut dengan tangan yang mengakibatkan tangan kanannya luka parah dengan lima jahitan.

Tak hanya itu, pada saat bersamaan saudara HH dan AM juga memukul HM dengan kayu gamal yang diberikan Stefanus Mastu ke arah mulut dan kepala. Akibat pukulan itu, HM sempat terjatuh dan pingsan seketika.

Seketika itu juga, AM bersama rekannya yang lain Matias Papur dan SM, menyerang saudara Siprianus Datul, dengan kayu gamal yang menyebabkan kepala dan tangannya mengalami memar.

Kala kejadian ini berlangsung, Agustinus Ndarung (AN) yang hendak memberi salaman ke rumah Arnoldus Antong berniat untuk melerai. Namun, AN malah mendapat pukulan Maksimus Narung yang baru datang dari arah Galang (Arah Barat TKP). Maksimus memukul AN ke arah kepala yang mengakibatkan korban terjatuh. Kepalanya bengkak dan memar.

Pada saat penyerangan ini, ibu-ibu yang berada di sekitar lokasi kejadian hanya mampu menangis dan berteriak minta tolong dari orang-orang sekitar. Suara tangisan para ibu-ibu ini akhirnya terdengar di tengah semarak pesta sambut baru di kampung itu.

Saat warga mulai berbondong ke lokasi kejadian, pelaku melarikan diri dari TKP.

Persitiwa sadis ini telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Lembor. Sampai saat ini VoxNtt.com belum mendapat konfirmasi dari kepolisian setempat.

Crew kami juga sempat menelpon beberapa pelaku yang nomornya didapat dari warga Pau, namun sampai saat ini nomor HP mereka berada di luar jangkauan. Hingga berita ini diturunkan, kami masih mencoba menghubungi pelaku untuk diminta konfirmasi terkait kejadian tersebut. (Kontributor: AN/ VoN)

 

 

 

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Ulah Kadis PK Matim Korbankan SMPK St Yosep Kisol

Borong, Vox NTT-Tahun 2018, SMPK St Yosep Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten …

One comment

  1. Apapun alasannya tindakan provokatif anarkis ini tidak bisa dibenarkan secara hukum apalagi moral tatanan kehidupan masyarakat terutama untuk semua saudaraku yang ada di kampung Pau. apapun latar belakang masalah dan situasi yang terjadi, tidak bisa dibenarkan tindakan ini. maka mereka yang dianggap bersalah dihukum seberat beratnya. sebab jikalau tidak, hal yang sama terjadi…. thanks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.