Pria satu ini sudah berkepala tujuh tetapi masih tetap semangat mencari nafkah untuk keluarga dan juga biaya kuliah anaknya.Walaupun terasa berat, dia bersama istri tercinta harus banting tulang  berjualan  jagung bakar demi cita-cita sang anak.

Ruteng,VoxNtt.com- Namanya Martinus Ton (74), pria asal Kampung Gumbang  Desa Riung, Kecamatan Cibal Tengah, Kabupaten Manggarai ini tetap semangat menjual jagung bakar di samping ruas jalan negara Ruteng-Reo, kurang lebih 300 meter sebelum memasuki jembatan Wae Pesi.

Di bawah naungan tenda kecil beratap sink karat, ia bersama sang istri menjual jagung bakar selama tujuh tahun terakhir.

Jagung manis jualannya itu dibeli seharga  Rp.500 dari Reo, ibu kota kecamatan Reok. Setalah dibakar jagung tersebut kemudian dijualanya seharga Rp.1000 per buah.

“Kalau Tuhan memberikan rejeki kadang kita dapat untung Rp.200 ribu, kadang juga kita hanya dapat Rp.50 ribu ‘’ kata pria kelahiran Gumbang tahun 1942  ini.

Keuntungan ini belum total  keuntungan bersih  karena Tinus harus borong jagung dari petani di Reo.

Boleh dibilang pria 4 anak ini tidak mau hidup mati angin dengan keadaan yang dialaminya saat ini.

“Kebun milik kami  jauh dari lokasi air sehingga sulit untuk menanam, terpaksa setiap hari saya harus ke Reo pergi memborong Jagung’’ ujarnya kepada VoxNtt.com (04/12).

Hemat Untuk Anak

Dari hasil keuntungan jual jagung bakar, sebagian  disisihkan untuk biaya sekolah dari tiga anaknya yang masih di bangku sekolah,  sebagian lagi untuk biaya makan dan minum keluarga sehari-hari.

“Keuntungan jual jagung bakar ditabung untuk anak saya kedua yang sebentar lagi selesai kuliah di Toraja,’’katanya

Walaupun tergolong keluarga miskin, sampai saat ini keluarganya tidak pernah mendapat sentuhan bantuan sosial dari pemerintah baik itu Program Keluarga Harapan (PKH) maupun kartu jaminan sosial.

Karena tidak mendapat bantuan pemerintah, menabung dan hidup hemat adalah cara mereka menafkahi hidup dan kuliah anak.

“Ya harus bagaimana lagi kalau kita tidak hemat dalam menjalankan sisa-sisa hidup ini” keluh suami Martina ini sambil menghela nafas panjang.

Untuk Anak

Memang Ayah empat anak  ini punya semangat juang  yang luar biasa meski usianya  menginjak senja.

“3 tahun lalu memang saya mau mengambil keputusan untuk berhenti menjual jagung bakar di sini, tetapi ketika anak yang kedua  minta mau lanjut kuliah saya menangis dan termenung” kilas pria yang lahir di zaman perjuangan ini.

Kalimat singkat dari sang anak pun  memacu api motivasinya untuk berjuang seraya memohon kepada Tuhan agar anaknya bisa berhasil serta  membantu  adik-adiknya yang masih di bangku SMA dan SMP.

“Saya berharap kelak anak yang kedua ini akan menjadi contoh dan bisa membantu adik-adiknya hingga bangku kuliah “ ujarnya dengan tatapan harap. (Rony Dale/VoN)

Foto Feature: Tinus saat jualan jagung bakar (Foto: Rony/VoN)

alterntif text