Tambolaka, VoxNtt.com-Tindak pidana pencurian dan kekerasan (Curas) kembali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Kepolisian sektor Kodi Bangedo, resort Sumba Barat melalui divisi keamanan dan ketertiban masyarakat, I Nyoman Miasa menyampaikan telah terjadi tindak pidana pencurian dan kekerasan Rabu (3/1/2017) sekitar pukul 03.00 wita dini hari di kampung Gonggo Ate, Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, kabupaten SBD.

Tindak pidana Curas yang menimpa Lukas Benga Ole (28), warga kampung Gonggo Ate itu bermula ketika korban  terbangun lantaran mendengar suara pintu kandang babinya dibuka yang disusul suara teriakan babi sekitar pukul 03.00 wita.

Lukas kemudian keluar dan mendapatkan para pelaku membawa seekor babi dan 4 (empat) ekor ayam miliknya.

Tak terima babi dan ayamnya dicuri Lukas mengejar pelaku, bermaksud untuk merebut kembali hewan miliknya itu.

Setelah mengejar dengan jarak yang cukup jauh, tibalah di sekolah dasar (SD) Homba Tana.

Foto: Tempat Kejadian Perkara
Foto: Tempat Kejadian Perkara

Di sini Lukas sudah ditunggu oleh 2 (dua) orang pelaku yang kemudian diketahui atas nama Soleman Utu (30), warga kampung Mau Pyo dan Ramera (32) warga kampung Tugu, Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten SBD.

Aksi saling serang pun tak bisa dihindarkan antara korban dan pelaku. Karena seorang diri, Lukas tak mampu melawan serangan pelaku yang berjumlah 2 orang itu.

Ia mendapat tebasan parang pelaku yang menyebabkan sejumlah tubuhnya luka parah.

Tak mau menjadi korban pembantaian, korban akhirnya memilih melarikan diri dan melaporkan kejadian naas itu ke Polsek Kodi Bangledo pada  selasa (3/1/2017) pukul 11.00 waktu setempat.

Menanggapi laporan Lukas, anggota Polsek setempat langsung melakukan olah  Tempat Kejadian Perkara (olah TKP) serta mengantar korban ke rumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan visum et repertum.

Adapun saksi dalam kejadian tersebut yakni: Dorkas Detw Karere (26), David Pokandi (45), dan Rangga Mone (50).

Hingga berita ini diturunkan, pelaku belum berhasil ditangkap, masih dalam pengejaran aparat kepolisisan dibawa pimpinan kanit reskrim, Bripka I Kadek Nata dan dibantu oleh warga setempat. (AH/BJ/VoN)

Foto Feature: Korban (Lukas) saat menjalani visum et repertum

alterntif text