Anggota mahasiswa Manggarai sedang menggalangkan dana (Foto: Gheryl Ngalong)

Denpasar, Vox NTT- Ikatan Mahasiswa Manggarai Udayana (IMMADA) dan Gabungan Mahasiswa Manggarai Saraswati (GAMMASA)-Bali terus melakukan aksi sosial bertajuk “Gerakan Seribu Rupiah” untuk membantu operasi bayi asal Manggarai Timur (Matim)-Flores.

Penggalangan dana tersebut kembali dilakukan bersamaan dengan kegiatan Mahasiswa Manggarai Cup VI (MMC VI) oleh mahasiswa IKIP PGRI Bali asal Manggarai di lapangan Padang Galak, Denpasar, Minggu (30/4/2017).

IMMADA dan GAMMASA melakukan “Gerakan Seribu Rupiah” untuk membantu meringankan beban dari keluarga bayi bernama Safrianus Loyra yang masih menunggak biaya pengobatan di RSUP Sanglah, Denpasar sebesar Rp. 75.000.000.

Salah satu senior GAMMASA Ratno Didiono Naris mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian para mahasiswa Manggarai terhadap situasi yang sedang dialami oleh keluarga bayi Safrianus.

“Ini adalah ide dan inisiatif yang muncul secara spontan dari kedua organisasi mahasiswa asal Manggarai. Aksi sosial ini bukan semata-mata untuk menunjukkan eksistensi dari sebagian kelompok, akan tetapi dengan adanya aksi ini diharapkan bisa menggerakkan hati siapa saja untuk bisa saling peduli terhadap sesama,” kata Ano, sapaan akrab Ratno Didiono Naris ketika diwawancarai VoxNtt.com.

Ano berjanji kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan. Sebab ada beberapa data keluarga asal Manggarai yang mungkin juga membutuhkan biaya.

“Kalau hasilnya sudah banyak, mungkin dana tersebut kami petakan lagi ke beberapa keluarga yang membutuhkan. Tapi untuk sementara, masih difokuskan pada keluarga Bayi asal Matim tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Ketua IMMADA Dionisius Sargon menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan dan partisipasi dari semua mahasiswa Manggarai yang ada di Bali.

“Hasil dari kegiatan aksi sosial kami ini untuk sementara totalnya Rp 473.000. Kami dari IMMADA dan GAMMASA akan terus melakukan aksi ini hingga dana yang terkumpul dirasakan cukup untuk diberikan kepada keluarga bayi Safrianus. Nanti kami juga akan berembuk lagi, apakah bisa disalurkan juga dengan keluarga lain yang membutuhkan nantinya ,” tutur Isto akrab disapanya.

Ia pun berharap agar kegiatan aksi sosial ini menjadi batu pijakan bagi siapa saja untuk mulai membantu meringankan beban dari keluarga ini.

“Saya selaku ketua IMMADA dan mewakili teman-teman dari GAMMASA, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa Manggarai yang ada di Bali yang sudah berpartisipasi dengan caranya masing-masing dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, bayi Safrianus berusia 7 bulan ini mengalami gangguan pada usus yang menyebabkan kesulitan untuk buang air besar (BAB).

Baca: IMMADA Bali Kumpul Dana untuk Operasi Bayi Asal Matim

Ia pun harus menjalani operasi kolostomi, pembuatan lubang pada saluran pencernaan untuk membuang kotoran.

Namun, operasi kolostomi yang dilakukan tidak efektif hingga tim medis memutuskan untuk melakukan oprasi yang kedua yaitu memotong usus bayi tersebut sepanjang 5 centimeter (cm).

Keluarga pasien bayi asal Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur, Flores, NTT ini pun harus menanggung biaya sebesar Rp 75.000.000.

Biaya tersebut yang saat ini masih menjadi beban bagi keluarga pasien, belum lagi ditambah dengan biaya check-up dan keperluan pasien sehari-hari. (Kontributor: Gheryl Ngalong/VoN)

alterntif text