Ilustrasi krisis air (Foto: Ist)

Mbay, Vox, NTT-Selama dua tahun terakhir, warga RT 07 dan RT 09 kampung Dadi Wuwu kelurahan Lape Kecamatan Aesesa kabupaten Nagekeo kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih, warga di dua RT itu terpaksa mengecok saku untuk membeli air di tanki air dengan harga sebesar Rp 35 ribu per empat hari.

Warga Dadi Wuwu RT 07 Matheus Lana, membenarkan kondisi itu saat ditemui VoxNtt.com ‎di Kantor Bupati Nagekeo, Senin (18/9/2017) pagi.

Dia mengaku warga Dadi Wuwu terutama di RT 07 dan RT 09 dua tahun terakhir belum merdeka dari sisi kebutuhan air bersih.

Metheus mengaku, untuk mandi cuci dan kakus (MCK), warga harus mengecok saku untuk membeli air di tanki air bersih yang dijual para pengusaha yang ada di Kabupaten Nagekeo.

“Kami mau dapat air bersih harus beli tanki yang dijual seharga Rp 35 ribu. Itu kuat-kuat 4 hari saja. Kalau tidak hanya dua hari. Kalau satu bulan total kita beli air sebesar Rp 100 ribu lebih,” katanya.

Menurutnya, di wilayah Dadi Wuwu sudah mempunyai jaringan perpipaan air dari BLUD SPAM Nagekei. Namun sayangnya sampai saat ini tidak berfungsi.

“Awal uji coba air sampai meluap-luap tetapi hanya beberapa hari saja. Dan saat ini hanya udara saja yang warga menikmati,” ujar Matheus.

Bukan hanya jaringan perpipaan yang tidak berfungsi kata dia, bak untuk menampung air yang dibangun tak jauh dari wilayah itu sudah jebol.

Dia menduga bak itu jebol lantaran tidak diisi air.

Terkait hal itu, VoxNtt.com telah berusaha mengonfirmasi kepala BLUD SPAM Nagekeo Menang Kornelis melalui telepon genggamnya berulang kali.

Namun sampai berita ini diturunkan, Kornelis belum merespon‎. (Arkadius Togo/AA/VoN)

alterntif text