Para pedagang di Pasar Danga‎ berjualan sampai bahu jalan di samping lapangan Berdikari Danga (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

Mbay, Vox NTT- Hingga kini stan dan kios di Pasar Danga Kabupaten Nagekeo tampak penuh ditempati para pedagang.

Akibatnya, sejumlah pedagang yang lainnya terpaksa harus berjualan di samping jalan tanpa stan.

Pantauan VoxNtt.com, Sabtu (28/10/2017) transaksi jual beli‎ melebar sampai ke badan jalan di depan lapangan Berdikari.

Di jalur ini para penjual sayur, beras, kambing, dan babi malah menata jualan di samping jalan. Akibatnya, setiap saat ruas jalan itu menjadi langganan macet.

Para pedagang di Pasar Danga‎ berjualan sampai bahu jalan di samping lapangan Berdikari Danga (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

Disaksikan pula kendaraan, baik roda dua maupun empat yang melewati jalur di depan lapangan Berdikari Danga itu harus berjalan pelan dan saling mengantri. Itu karena bahu jalan dipenuhi para pembeli dan penjual.

Salah seorang penjual, Irma Dhema yang temui di lokasi mengatakan pihaknya terpaksa memilih jualan di bahu jalan lantaran dalam pasar sudah terisi penuh oleh para pedagang lain.

Tak hanya penuh oleh para pedagang, kata dia jual di dalam pasar sepi pembeli.

“Kami terpaksa jual di badan jalan. Mau jual di dalam pasar sudah penuh. Tambah lagi pasar sempit,” ujarnya.

Karena itu, Irma berharap agar Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera memanfaatkan pasar yang baru dibangun. Itu penting agar para pedagang bisa menjual di pasar yang baru itu.

Untuk diketahui, pasar itu terletak persis di jantung Ibu Kota Mbay dan tak jauh dari Kantor DPRD Nagekeo.

Selama ini Pasar Danga terkenal sebagai pemasok sembilan bahan kebutuhan pokok.

Itu seperti sayu-mayur, aneka jenis ikan, buah-buahan, telur dan lain-lain. Sembako-sembako itu berasal dari berbagai daerah yakni, Ngada, Ende, dan Bima.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

alterntif text