Home / Berita Terkini / Sejumlah ASN di TTU Dipecat
Kabid Kesra PNS, Pensiun dan Disiplin pada BKP2D Kabupaten TTU, L.Try Setiyo Budi. (Foto: Eman Tabean)

Sejumlah ASN di TTU Dipecat

Kefamenanu, Vox NTT- Sebanyak 6 (enam) orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkup pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dipecat pada Jumat (24/11/2017).

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com menyebutkan, dari ke-6 (enam) ASN tersebut, 3 (tiga) di antaranya berinisial EAM, AH serta PM dipecat karena tidak masuk kantor lebih dari 46 hari kerja.

Sedangkan 3 (tiga) lainnya, masing-masing berinisial DH, YM dan TS dipecat karena kasus Amoral yakni perselingkuhan.

Selain sanksi pemecatan, dalam surat keputusan yang diserahkan secara tertutup oleh wakil bupati TTU, Aloysius Kobes di ruang rapat wakil bupati, juga terdapat 2 orang ASN berinisial DK dan AO yang dijatuhi sanksi penurunan pangkat, setingkat lebih rendah selama 3 tahun karena terbukti melakukan tindakan amoral.

Kepala bidang Kesejahteraan Rakyat (Kabid Kesra) PNS, Pensiun dan Disiplin pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D), Try Setiyo Budi sekaligus ketua tim pemeriksa, saat diwawancarai usai penyerahan SK kepada 8 (delapan) ASN tersebut menjelaskan, sebelum sanksi tersebut dijatuhkan, pihaknya telah melewati beberapa tahapan mekanisme yang benar.

Budi, yang saat itu didampingi oleh atasan langsungnya, Kapala BKD, Fransiskus Tilis menjelaskan, setelah putusan ini dikeluarkan, ASN yang bersangkutan dapat mengajukan keberatan atau gugatan selambat-lambatnya 14 hari, pasca putusan dikeluarkan.

“Bagi dua orang yang mendapat hukuman penurunan pangkat bisa mengajukan keberatan ke gubernur, sedangkan yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, silahkan mengajukan gugatan ke Bapeg (Badan Pemeriksa Kepegawaian) Jakarta. Jadi keputusan hari ini baru akan inkrah, kalau setelah 14 hari tidak ada gugatan maupun keberatan,” jelas Budi.

Terkait adanya informasi ASN yang hendak mempidanakan pihaknya terkait keputusan yang dikeluarkan, Budi menegaskan, pihaknya sudah siap untuk menghadapi segala gugatan, baik pidana maupun perdata yang diajukan oleh ASN yang dijatuhi hukuman.

“Oh ancaman bagi kita itu hal biasa. Silahkan saja, kita sudah siap untuk menghadapi segala macam gugatan, prosedur sudah benar. Jadi, saya kira aman saja,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Anggota DPRD Ende Mikhael Badeoda Serap Aspirasi Rakyat Roworena

Ende, Vox NTT- Anggota DPRD Ende, Mikhael Tani Badeoda melakukan reses III di Dusun Wolokaro, …