Ketua DPC PDIP Matim, Wili Nurdin saat menyampaikan pidato politiknya di Hotel Kasih Sayang Borong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Borong, Vox NTT- Seluruh kader PDIP Manggarai Timur (Matim) diperintahkan agar bekerja memenangkan pasangan Marselis Sarimin Karong dan Paskalis Sirajudin (Paket Merpati) di Pilkada tahun 2018 mendatang.

“Apabila di kemudian hari, ada kader PDIP yang membangkang, dia akan recall dan saya akan pecat. Ini perintah partai,” ujar Ketua DPC PDIP Matim, Wili Nurdin saat Rakercabsus di Hotel Kasih Sayang Borong, Selasa (19/12/2017).

Dia menegaskan, sebagai kader harus mewajibkan diri dan bertanggung jawab untuk memenangkan pasangan calon yang telah diusung partai. Apalagi Paket Merpati telah mendapatkan SK dukungan dari DPP PDIP.

Wili meminta agar anggota PDIP di Matim mulai dari tingkat DPC, PAC sampai anak ranting agar mulai bekerja memenangkan Paket Merpati. Tidak ada lagi diskusi terkait PDIP mengusung siapa.

“Artinya, keputusan sudah ada dan final. Sudah jelas kita usung siapa. Mulai hari ini, seluruh kader atau pun simpatisan agar sama-sama bekerja untuk memenangkan paket kita ini,” ujar mantan calon bupati Matim itu.

“Tidak ada lagi omong orang perorangan. Kita sudah masuk dalam sebuah tim. Artinya, untuk menang kita harus bekerja sama, bahu membahu untuk menangkan jagoan kita. Mulai hari ini, kita sama-sama berpikir langkah-langkah strategis untuk menangkan paket kita,” tambah Wili.

Dia juga meminta komitmen pengurus partainya di setiap kecamatan untuk memenangkan Kapolres Manggarai dan Kepala PMD Matim itu.

Pantauan VoxNtt.com, satu per satu kader PDIP di sembilan kecamatan di Matim diminta untuk berdiri oleh Wili Nurdin.

Lalu, ia menanyakan komitmen yang harus dijawab secara tegas oleh kader besutan Megawati Soekarno itu.

“Sanggupkah saudara untuk memenangkan calon bupati dan wakil bupati yang kita usung ini?” tanya Wili dengan tegas.

Dengan serempak, pengurus kecamatan pun menjawab “sangat sanggup”.

Jawaban kesanggupan itu disertai tangan mengepalkan ke atas.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text