Kondisi ruangan kelas SMAN 4 Lamba Leda (Foto: Pastor Darmin)

Borong, Vox NTT-  Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Pastor Vinsensius Darmin Mbula, mengkritisi kondisi pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pastor Fransiskan anggota Ordo Fratrum Minorum (OFM) itu mengaku, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim selalu membanggakan keberhasilan dalam sektor pendidikan.

Namun menurut Pastor Darmin, kebanggaan itu sulit diterima dengan akal sehat. Itu terutama karena kondisi sejumlah sekolah sangat buruk dan tentu saja tidak cocok untuk zaman sekarang.

“Selama ini Pemkab Manggarai Timur  selalu membanggakan keberhasilan  dalam sektor pendidikan. Akan tetapi sulit saya menerima dengan akal sehat ketika melihat kondisi sekolah seperti untuk zaman sekarang ini. Kondisi sekolah-sekolah seperti amat sangat memprihatinkan,” ujar Pastor Darmin kepada VoxNtt.com, Kamis (08/02/2017).

Ia mencontohkan, SDN Watu Lando dan SMAN 4 Lamba Leda di Kecamatan Lamba Leda yang hingga kini memprihatinkan.

Baca: Presidium MNPK Soroti Kondisi Pendidikan di Matim

Di dua sekolah tersebut hanya membangun gedung darurat oleh masyarakat setempat.

Bangunan yang dijadikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) terbuat dari bambu.

Kondisi SDN Watu Lando

Anyaman bambu dirancang untuk dijadikan dinding bangunan. Lantai bangunan kelas pun masih tanah, berbeda dengan sekolah-sekolah lain di daerah maju.

Saat ini memang SMA dan SMK sudah di bawah tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Karena itu, dia berharap agar Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) agar sungguh-sungguh memperhatikan saat mendirikan SMAN.

“Bukan hanya sekedar memperbanyak gedung sekolah, tetapi juga memperhatikan sarana dan prasarana, proses pembelajarannya dan kesejahteraan guru-gurunya. Semoga gubernur (NTT) yang akan dating sungguh-sungguh memprioritaskan kualitas pendidikan,” harap Pastor Darmin.

 

Penulis: Adrianus Aba   

alterntif text