Home / Berita Terkini / 18 Perpustakaan Baru Taman Bacaan Pelangi untuk Anak-Anak di Ende
Pemotongan pita sebagai simbol peresmian Taman Baca Pelangi di Ende (Foto: Dok Nila)

18 Perpustakaan Baru Taman Bacaan Pelangi untuk Anak-Anak di Ende

Ende, V0x NTT– Sebanyak 3.183 anak di Ende, Flores kini memiliki akses buku bacaan yang berkualitas dengan hadirnya 18 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang baru dengan koleksi buku sebanyak 22.500 buku cerita anak.  

Perpustakaan berkonsep ramah anak ini diresmikan dari tanggal 8 Februari hingga 15 Februari 2018 di 18 sekolah terpilih yang tersebar di empat kecamatan di Ende, Flores, NTT.

Pendiri Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil mengatakan, setelah mendirikan 33 perpustakaan ramah anak di Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur, kini pihaknya merambah ke Ende.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan baik dan kerjasama yang luar biasa dengan pihak Dinas Pendidikan dan masing-masing sekolah mitra di Ende” pungkas Nila dalam siaran pers yang terima VoxNtt.com, Kamis (15/02/2018).

Adapun ke-18 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang baru didirikan ini merupakan hasil kerjasama dengan organisasi internasional Room to Read dengan tujuan untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Flores.

Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Ende, Petrus Guido No menyambut baik kehadiran Taman Baca Pelangi.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Ende, kami berterima kasih atas kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kualitas pendidikan anak-anak di Ende,” kata Petrus.

Dia juga mengakui bahwa selama ini akses buku di daerah itu masih sulit dan masih banyak sekolah-sekolah yang tidak memiliki perpustakaan. Bahkan di beberapa tempat yang ada cuma gedungnya saja, sementara buku-buku dan sistemnya belum ada.

“Kerjasama dengan Taman Bacaan Pelangi ini sangat membantu kami. Para guru memuji perpustakaan ramah anak yang didirikan oleh Taman Bacaan Pelangi, mereka sangat bangga. Tidak hanya itu saja, para guru juga diberikan pelatihan tentang pengelolaan perpustakaan dan teknik membuat anak jadi suka membaca, sehingga kini kemampuan dan pengetahuan mereka pun bertambah” pungkasnya.

Tampak dalam Taman Baca Pelangi di Ende

Ke-18 perpustakaan ramah anak ini akan menjadi perpustakaan model. Nila Tanzil berharap pemerintah daerah dapat mereplikasi model perpustakaan ini ke sekolah-sekolah lainnya di Ende dengan anggaran dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Dengan demikian akan semakin banyak anak-anak di Ende yang dapat menikmati buku bacaan anak yang berkualitas dan terinspirasi untuk berani bermimpi besar.

Dengan dibukanya ke-18 perpustakaan baru di Ende ini, maka total perpustakaan ramah anak yang telah didirikan oleh Taman Bacaan Pelangi sejak 2009 adalah sebanyak 81 perpustakaan yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur, antara lain di Lombok, Sumbawa, Sulawesi, Flores, Timor, Alor, Banda Neira, Halmahera Selatan, dan Papua. Perpustakaan Taman Bacaan Pelangi terbanyak ada di Flores dengan jumlah total 51 perpustakaan.

Ke-18 sekolah terpilih di Ende tersebut adalah SDI Barai 1, SDI Paupanda 1, SDI Ende 7, SDI Bhoanawa 1, SDK Ende 8, SDN Roja 6, SDI Paupanda 2, SDI Ende 13, SDI Waturaja, SDI Roja 2, SDI Wolowona 2, SDI Ende 14, SDI Ende 12, SDN Ende 1, SDI Tetandara, SDK Roworeke 2, SDN Ende 5, SDI Bhoanawa 2.

Tentang Taman Bacaan Pelangi

Taman Bacaan Pelangi adalah organisasi non-profit yang fokus untuk mendirikan perpustakaan anak-anak di daerah pelosok di Indonesia Timur.

Didirikan pada 2009, Taman Bacaan Pelangi per akhir Februari 2018 telah mendirikan 81 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur.

Tujuan Taman Bacaan Pelangi adalah untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak dan menyediakan akses buku bacaan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah pelosok di Indonesia bagian Timur.

Sumber: Rilis Taman Baca Pelangi

Editor: Irvan K

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Lawan Terorisme Harus Melampaui Media Sosial

Oleh: Evan Lahur* Aksi bom bunuh diri di kota Surabaya yang lalu (13/5) membuat pedih …