Home / Berita Terkini / Sehari Disegel SMP Rinbesihat Kembali Dibuka, Ini Lima Poin Kesepakatannya
Pintu Gerbang SMP Rinbesihat ketika kembali dibuka.(foto:Marcel Manek)

Sehari Disegel SMP Rinbesihat Kembali Dibuka, Ini Lima Poin Kesepakatannya

Atambua Vox NTT-Setelah sehari disegel pada Senin 5 Maret 2018 oleh guru-guru dan masyarakat Desa Rinbesihat, hari ini Selasa (6/3/2018), SMP Rinbesihat yang berada di Desa Rinbesihari kecamatan Tasifeto Barat, Belu kembali dibuka untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

BACA: SMPN Rinbesihat Disegel Para Guru, Ada Apa?

Wilhelmus Nahak Bauk, kepala SMP Rinbesi kepada VoxNtt.com mengatakan sekolah yang dipimpinnya itu sudah dibuka kembali setelah pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Belu mempertemukan guru-guru, masyarakat dan kepala sekolah pada, Senin(05/03/2018) siang.

Dalam pertemuan tersebut, ada lima point yang disepakati.

Pertama, tidak ada lagi penyegelan sekolah sehingga pelajaran berjalan seperti biasa.

Kedua, terkait tuntutan pemilik tanah Dominikus Nuak, akan diakomodir dan segera dikomunikasikan dengan pimpinan yang lebih tinggi.

Ketiga, terkait persoalan kepemilikan tanah, akan didiskusikan dengan pemerintah desa, kepolisian dan  koramil Tasifeto Barat.

Keempat, terkait pengangkatan guru Komite, akan disampaikan kepada pejabat pembina kepegawaian untuk dapat ditindaklanjuti.

Kelima, terkait dua orang guru tenaga kontrak yang baru saja ditempatkan di SMP Rinbesihat, pihak Dinas akan segera memanggil kembali dan menitipkan dua orang guru tersebut pada sekolah terdekat sehingga tidak mengganggu KBM.

Soal tuntutan guru-guru bahwa Kepala Sekolah harus diganti, Wilhelmus mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan karena tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan dirinya.

“Persoalannya, kesalahan fatal dari saya tidak ada. Mungkin kalau kesalahan fatal itu honor tidak dibayar,itu celah bagi saya. Tapi itu tidak terjadi. Pernyataan mereka itu yang tidak benar” tegas Wilhelmus.

Dijelaskan bahwa selama ini upah gaji guru komite dibayar sesuai ketentuan dimana 15% dari total dana bos sesuai jumlah siswa yang ada di SMP Rinbesihat. Dia mengatakan bahwa apa yang disampaikan guru-guru komite adalah pernyataan yang keliru.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe yang dihubungi VoxNtt.com tidak memberikan respon.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Irvan K

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

ROMA Bakal Hemat Anggaran Mulai dari Bupati dan Wakil Bupati

Maumere, Vox NTT- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sikka dari jalur independen, Robi Idong …