Titik kerusakan terparah jalur Pantura Kawaliwu-Motin. Kerusakan badan jalan ini bisa mencapai 10 meter (Foto: Sutomo Hurint/Vox NTT)

Larantuka, Vox NTT-Ruas jalan jalur Pantai Utara (Pantura) Kawaliwu-Motin (Belogili) di Kecamatan Lewolema, Flores Timur yang baru selesai dikerjakan 3 bulan lalu (November 2017), kini mengalami kerusakan.

Kondisi ini membuat warga setempat kecewa. Masyarakat Lewolema menduga kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh kualitas jalan yang dikerjakan tidak sesuai standar.

Berdasarkan pantauan VoxNtt.com, Sabtu, (10/03/2018), kerusakan jalan terjadi pada 5 titik. Kerusakan ringan, berupa terkelupasnya aspal terjadi pada 2 titik dan 3 titik yang lainnya mengalami kerusakan parah.

Sintus Daton, General Superintendent atau unit kontraktor pelaksana yang berada dilapangan kepada VoxNtt.com mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Kawaliwu-Motin ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni  faktor konstruksi dan faktor nonkonstruksi.

Faktor konstruski karena dalam kontrak kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum(PU) Flotim tidak disertakan dengan rencana pengerjaan bangunan pendukung, seperti bangunan saluran air, tanggul, dan pembangunan plat deker.

“Kerusakan parah di beberapa titik itu, disebabkan karena tidak di ada bangunan pendukung ini. Dalam kontrak tidak ada, maka bangunan pendukung tidak dikerjakan,” jelas Sintus.

Lanjut Sintus, pengerjaan badan jalan semestinya harus disertai dengan bangunan pendukung. Tanpa bangunan pendukung, jalan akan cepat rusak. Pihaknya sudah melaksanakan pekerjaan sudah sesuai kontrak.

Papan Informasi Proyek pengerjaan jalan Kawaliwu-Motin (Foto: Sutomo Hurint/ Vox NTT)

Terkait badan jalan yang berlubang, Sintus menampik dugaan warga terkait rendahnya kualitas mutu pengerjaan.

“Kalau dikatakan karena pengerjaannya tidak sesuai standart, itu tidak benar. Kita kerjakan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan .Uji ketebalan kita lakukan. Tebal agregatnya dihitung. Kerusakan itu disebabkan faktor alam. Badan jalan di gerus oleh luapan air hujan” ungkap Sintus.

Sintus kepada VoxNtt.com mengatakan perbaikan akan segera dilakukan karena masih ada dana resistensi 5 persen. Perbaikan terhadap kerusakan jalan masih menjadi tanggung jawab kami sebagai kontraktor pelaksana, sebab masih dalam masa perawatan 6 bulan.

“Perbaikan akan segera dilakukan pada titik-titikyang mengalami kerusakan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada ruas jalan Kawaliwu-Motin,” katanya.

Informasi yang dihimpun media ini, proyek pengerjaan jalan jalur Pantura Kawaliwu-Motin ini menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2. 999.777.000,00.

Kontraktor pelaksana proyek adalah PT.Setio Budi Putera. Proyek pengerjaan dengan menggunakan anggaran dana DAK ini, berdasarkan kontrak dikerjakan sepanjang 3,5 Km. Namun pengerjaan di lapangan ditambah menjadi 3,65 Km.

Manager PT. Setio Budi Putra, Renal Da Cruz saat ini belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan karena kantornya ditutup. Kantor Dinas PU Flotim, juga ditutup pada hari Sabtu.

Ferdinandus Tukan, pengguna jalan (warga Lewolema) mengaku kecewa dengan kerusakan jalan tersebut.

“Kami warga di pesisir Pantai utara (Flotim), sudah lama merindukan dapat menikmati akses jalan yang baik. Kerja baru selesai saja sudah rusak. Kita, menikmati jalan berhotmix ini hanya sesaat, pasti rusak lagi”, ungkap Ferdi.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

alterntif text