Ilustrasi kaum waria

Ende, Vox NTT-Sejumlah wanita pria (waria) yang menamakan diri Ikatan Waria Ende (IWE) merespons arus politik jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende, 27 Juni mendatang.

Respon kaum waria ini mengingat dua kandidat yakni Don Bosco M. Wangge-H. Munawar Achmad dan Marselinus Y.W. Petu-H.Djafar Haji Achmad, yang sama-sama pernah memimpin Kabupaten Ende.

Ketua IWE, Evi Musa Hasim menilai, kedua calon bupati Ende memiliki rekam jejak yang berbeda. Menurut dia, perbedaan itu terdapat pada keberpihakan serta jejaring yang luas.

“Kalau pak Don sih, memang bagus gaya pemimpinnya. Berpihak juga nampak. Tapi berbeda dengan pak Marsel, pembangunan yang berpihak terhadap masyarakat benar-benar terasa. Saya omong dan saya melihat sendiri pembangunan selama ini,” ucap Evi, Senin siang (12/03/2018).

Selain itu, jelas Evi, selama ini keberpihakan pemerintah terhadap kaum yang dianggap berperilaku menyimpang itu sangat jauh berbeda dengan pemimpin sebelumnya.

Salah satu contoh yang disebut dia adalah, melibatkan kaum waria dalam kegiatan sosial hingga terlibat dalam kegiatan sosialisasi HIV AIDS.

“Kita memang sering dilibatkan dalam tim penggerak PKK Kabupaten selama ini. Kita semua punya bakat dan talenta,” katanya.

Selain itu, kata Evi, stigma negatif dan sikap diskriminatif yang sebelumnya sering disasarkan kepada kaum waria mesti dihilangkan. Sebab, menurut mereka tingkah itu sangat dirugikan secara sepihak dan tidak adil.

Oleh karena itu, IWE berharap terhadap dua kandidat tersebut agar dapat menyatakan menolak sikap diskriminasi terhadap kaum waria di Ende.

“Sebelumnya, kami semua tahu bahwa kaum waria seringkali dianggap sebagai sampah masyarakat, dikejar-kejar aparat, kemudian kadang dipukul karena dianggap menyimpang. Kami harap pemimpin yang baru bisa menegakan keadilan masyarakat,” ungkap Evi.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

alterntif text