Zakarias Sarong, Kadis Nakertrans Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Borong, Vox NTT- Kepala Dinas Nakertrans Manggarai Timur (Matim) Zakarias Sarong membantah Erlina Ekawati (22) tak diberi upah saat menjadi TKW di Jakarta.

“Saya sudah konfirmasi kepada direktur PT Timor Sakti Setia Jakarta. Dia membenarkan bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan tempat dia bekerja. Sesuai perjanjian perekrutan, gajinya dipotong 3 bulan untuk biaya perekrutan, pemberangkatan, pelatihan dan penempatan. Selanjutnya, yang bersangkutan juga sudah panjar gaji satu bulan kepada majikan tempat dia bekerja,” jelas Kadis Sarong saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Sabtu (21/04/2018).

Menurut Sarong, gadis asal Lengko Ajang Kelurahan Golo Wangkung Kecamatan Sambi Rampas itu meninggalkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta bukan karena tidak diberi upah oleh majikannya.

Namun, Erlina ingin meninggalkan pekerjaan dengan kemauan sendiri.

“Di luarnya omong lain. Jadi, jangan terlalu percaya. Itu tadi. Dia memang kemauan sendiri berhenti kerja dan cari kerja di tempat lain,” tandas Sarong.

Dikabarkan sebelumnya, Erlina Ekawati nekat menjadi TKW dan dipekerjakan di Jakarta demi memperbaiki dan membantu ekonomi keluarganya.

Namun, nasib malang malah menimpa gadis kelahiran Pong Poe, 2 November 1996 itu.

Ia sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama empat bulan, tetapi tidak diberi upah oleh majikannya.

Keringatnya, seakan buang percuma karena tidak diberi sepeserpun upah kerja.

Kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (20/04/2018), Erlina mengaku berangkat kerja ke Jakarta melalui PT Timor Sakti Setia dengan janji akan diberi gaji 1,8 juta rupiah per bulan.

Baca: Janji Digaji 1,8 Juta, TKW Asal Matim Ini Malah Ditipu Majikannya di Jakarta

“Gaji saya selama 4 bulan tidak dikasih. Di sana saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” ungkapnya.

Karena tidak diberi upah, Erlina kemudian memilih lari ke Bali.

“Sekarang saya di Bali pak. Biaya perjalanan dari Jakarta ke Bali pakai uang sendiri. Saya pinjam uangnya kaka,” ujarnya.

“Saya sangat kecewa dan sakit hati. Harapan saya buat pemerintah Manggarai Timur agar pemerintah Manggarai Timur lebih memperhatikan warganya supaya tidak ada lagi korban TKI lain untuk selanjutnya,” harap Erlina.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text