Home / Berita Terkini / Bersama ‘Ave Maria’, Tim HARMONI Membelah Kabut Malam
Kabut pekat menyelimuti perjalanan tim Harmoni dari Labuan Bajo menuju Ketang

Bersama ‘Ave Maria’, Tim HARMONI Membelah Kabut Malam

Ruteng, Vox NTT– Lagu Ave Maria yang berasal dari dua pengeras suara pada mobil paling depan, menemani perjalanan kami dari Ketang menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu (26/05/2018). Kami bergerak dari Ketang, Kecamatan Lelak sekitar pukul 21.oo WITA malam.

Di sepanjang jalan, lirik lagu ini seperti membela kabut malam yang makin pekat. Dalam jarak 10 meter ke depan, pengelihatan sudah tampak samar-samar akibat kabut yang menempel hingga ke aspal jalan.

Kedua pengeras suara itu dipasang di mobil paling depan. Satu corongnya diarahkan ke depan dan satu lagi ke bagian belakang. Suasana yang dingin dan sepi malam itu seperti disulap menjadi ‘keheningan religius’, mengingat kampanye paket Harmoni di Kabupaten Manggarai Raya bertepatan dengan doa giliran pada bulan Maria.

Mobil ranger berwarna putih itu memang dikhususkan untuk memutar lagu-lagu perjuangan paket Harmoni. Tujuannya untuk membangkitkan semangat tim sekaligus memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa calon Gubernur dan wakil Gubernur NTT, Benny K Harman-Benny Litelnoni sedang lewat.

Namun malam itu, operator lagu sekaligus pemilik mobil, Sil Kader paham betul situasi bulan rosario di Manggarai dan Flores pada umumnya.

Waktu saat kami melintas bertepatan dengan doa rosario yang sedang didaraskan umat Katolik di kampung-kampung sepanjang jalan Labuan Bajo-Ruteng tersebut.

“Kalau kita pasang lagu-lagu perjuangan tentu mengganggu orang-orang yang lagi berdoa. Tapi kalau lagu Maria, bisa menambah kekhusukan umat sekaligus mengingatkan umat yang tidak berdoa kalau ini bulan Maria,” ungkap Sil saat ditanya alasan memutar lagu tersebut.

Bagi Sil Kader, memutar lagu Maria di sepanjang jalan kampanye paket Harmoni punya makna tersendiri. Lagu Maria memiliki makna bahwa dalam medan perjuangan politik yang penuh intrik itu, kita tidak boleh melupakan Maria sebagai Bunda Penolong.

“Dalam politik, kita boleh beraksi, tetapi jangan sampai kehilangan momentum untuk berkontemplasi bersama Bunda Maria” pungkasnya.

Lagu yang paling sering diputar selain lagu Ave Mari adalah Lagu Mengasih Maria Kerinduanku. Menurut Sil, lagu ini sangat cocok dalam menapaki perjuangan hidup. Lirik lagunya seperti ini:

Mengasih Maria, kerinduanku,

menjadi abdinya, cita hidupku

Ya Bunda surgawi, sambut baktiku

kini kuhaturkan doa padaMu

 

Maria pemurah, ratu surgawi

Engkaulah bundaku, aku anakmu

Janganlah biarkan, apapun juga

memisahkan kita kini dan kelak

 

Ratu yang perkasa, dengar doaku

dampingilah aku, di medan hidup

Ulurkan tanganmu, bila ku jatuh

dan hantarkan aku ke dalam surga

 

Dari rangkaian lirik ini, yang paling berkesan bagi Sil adalah pada ayat ketiga, “Ratu yang perkasa, dengar doaku dampingilah aku, di medan hidup. Ulurkan tanganmu, bila ku jatuh…”

Menurut Sil, lirik ini dimaknai sebagai doa kepada Bunda Maria agar selalu mendampingi paket Harmoni dalam medan politik menuju pemilihan Gubernur NTT pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Semoga Bunda Maria melindungi masyarakat NTT dan semua pasangan calon sehingga pilgub kali ini dapat berjalan aman, damai serta menghasilkan pemimpin yang berkualitas” harapnya.

Dalam perjalanan malam itu, lagu-lagu Maria memecah kesunyian malam hingga sampai di Kota Ruteng. Rombongan yang ikut dengan dua mobil di belakangnya ikut menyanyikan lagu-lagu tersebut sebagai doa dan harapan. (VoN).

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Festival Pantura sebagai Ajang Promosi Wisata

Atambua,Vox NTT–Sebagai bentuk terobosan untuk mempromosikan potensi wisata khususnya laut, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas …