Ilustrasi Dana PIP

Borong, Vox NTT-DN, inisial salah satu orangtua murid SDI Nggari di Desa Golo Nderu, Kecamatan Poco Ranaka mengaku kecewa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur dan kepala sekolah Ramualdus Aleksander Agung.

Dia kecewa lantaran selama dua tahun terakhir dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tak kunjung dicairkan.

DN bahkan menilai ketelambatan pencairan dana PIP tersebut merupakan kelalaian Kepala SDI Nggari Ramualdus Aleksander Agung.

“Kemarin saya membaca berita bahwa dana PIP di SDI Nggari yang tidak diurus itu dua tahun dan jumlahnya 119 juta lebih. Jujur, kami orangtua murid sangat kecewa dengan sikap Kepsek yang tidak mau urus dana itu,” ujar DN kepada VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Kamis (31/05/2018).

Padahal, lanjut DN, pemerintah pusat sudah mengucurkan dana PIP tersebut untuk membantu meringankan beban biaya sekolah bagi siswa yang kurang mampu.

Baca Juga:

Dia juga mengaku kecewa dengan pihak Dinas PK Matim dengan Dinas PK Matim karena tidak mengecek Kepsek Agung yang selama ini dinilainya lalai mencairkan dana PIP di SDI Nggari.

“Data siswa penerima PIP per sekolah itu kan ada di dinas. Aneh, ko dinas tidak mengecek, apakah pihak sekolah sudah cairkan atau belum dana itu. Kan dinas punya fungsi kontrol dalam penyaluran dana PIP setiap sekolah di Matim. Bagi saya, dinas juga lalai mengurus dana PIP di SDI Nggari,” ujar DN.

Atas keterlambatan pencairan dana PIP tersebut, DN pun menaruh harapan kepada media massa untuk menjalankan tugas kontrolnya.

“Kami minta media untuk kawal dana PIP di SDI Nggari. Karena kami percaya media bisa membantu orangtua murid agar dana PIP di sekolah bisa cair,” harapnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text