Saat para guru bersama aktivis melakukan aksi demonstrasi di Dinas PK Matim beberapa waktu lalu (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Prudensia Nanggu, salah satu guru THL yang mengabdi di SDI Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong menyesal telah mengikuti ajakan teman-temannya untuk berdemonstrasi di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur beberapa waktu lalu.

Kala itu, Prudensia bersama teman-temannya yang tergabung dalam forum guru THL menggelar aksi unjuk rasa menentang kebijakan Kepala Dinas PK Matim, Frederika Soch.

Kebijakan Kadis Frederika yang ditentang tersebut terkait pemotongan gaji guru THL di Matim, dari sebelumnya Rp 1.250.000 tiap bulan, kini menjadi Rp 700.000.

Prudensia mengaku, dia mengikuti aksi demonstrasi beberapa waktu lalu merupakan wujud solidaritas bersama guru-guru yang tergabung dalam forum guru THL.

“Sebenarnya, kami tidak tahu apa-apa. Namun,  waktu itu beberapa guru THL mengajak kami untuk mengikuti aksi tersebut. Kalau kami tidak ikut nanti dianggap tidak setia kawan.  Terpaksa kami ikut saja. Karena itu, saya akan segera menemui ibu Kadis PK Matim untuk minta maaf. Mungkin aksi tersebut telah menyakiti hati ibu Kadis,” tutur guru yang sudah mengabdi 11 tahun itu kepada VoxNtt.com di Borong, Kamis (07/06/2018).

Dia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Bupati Matim Yoseph Tote.

Dia meminta maaf karena mungkin saja aksi unjuk rasa para guru telah mengeluarkan kalimat kasar untuk Bupati Tote.

Prudensia menilai bupati Matim dua periode itu telah banyak memperjuangkan nasib para guru.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text