Suasana Saat Pemindahan Toga Para Wisudawan oleh Rekror Unwira Kupang, Pater Philipus Tule di Aula Lantai 2 Grand Mutiara Ballroom kota Kupang. Selasa 17 Juli 2018 (Foto : Tarsi) Salmon/Vox NTT)

Kupang, Vox NTT- Universitas Katolik Widya Mandiri (UNWIRA) Kupang kembali melepaskan 1.151  orang Wisudawan Sarjana Angkatan ke 57 dan Pasca Sarjana angkatan ke 29 periode II semester genap tahun akademik 2017/2018.

Wisuda periode kedua semester genap di tahun ini berlangsung di Aula Lantai 2 Grand Mutiara Ballroom kota Kupang, Selasa  (17/07/2018).

Rektor Universitas Widya Mandira Kupang Pater Dr . Philipus Tule, SVD, dalam sambutannya mengatakan, jumlah total lulusan tahun ini terdiri dari 651 orang lulusan pada bulan Desember 2017 yang lalu dan 500 orang lulusan pada hari ini.

“Saya yakin bahwa pada tahun-tahun yang akan datang jumlah lulusan akademik terus meningkat, mengingat sejak tahun 2010 jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya terus meningkat, sedangkan angka drop out cendrung menurun dan jumlah lulusan yang menyelesaikan studinya tepat waktu juga semakin banyak,”kata Pater Philipus

Philipus mengungkapkan, diantara 500 lulusan yang diwisuda kali ini, terdapat 91 orang wisudawan yang meraih predikat pujian atau cum laude. Mereka adalah mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu (maksimum 4 tahun) dengan indek prestasi kumulatif minimal 3,5 (dalam skala maksimum 4,0) dan tidak memiliki nilai D.

“Dilihat dari jumlah wisudawan berpredikat cum laude selama beberapa tahun terakhir ini, dapat disimpulkan telah terjadi peningkatan mutu secara konsisten dan significant,” ujar Pater Philipus depan ratusan para wisudawan itu.

Unwira yang didirikan 36 tahun yang lalu oleh Yayasan pendidkan Katholik Arnoldus (Yapenkar) itu lanjut dia, telah melakukan berbagai usaha pengembangan yakni, pengembangan, pengembangan fisik sarana dan prasarana, pengembangan di bidang penelitian dan publikasi para dosen dengan didirikannya Unwira PRESS, dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dari para dosen.

“Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini kita telah berhasil memperoleh 30 HaKI Unwira lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM),”jelasnya.

Lanjut Pater Philipus, Gelar Kesarjanaan bukanlah segalanya, wisuda bukanlah akhir dari kegiatan belajar.

“Wisuda adalah awal dari perjalanan karier anda yang sesungguhnya. Kalian harus menghadapi ujian di lapangan dengan menerapkan berbagai ilmu pengetahuanmu di tengah berbagai persoalan yang nyata dan kompleks, kalian harus terus menghayati prinsip long life education atau long life learning,” pesan pater Philipus.

Penulis  : Tarsi Salmon

Editor    : Irvan K

alterntif text