Ketua Hanura Matim, Mensi Anam saat menyerahkan berkas Bacaleg di KPUD Matim. (Foto: Dok. Hanura)

Borong, Vox NTT-Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Hanura Manggarai Timur, Mensi Anam satu kursi setiap daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang.

Kepada VoxNt, Rabu (18/7/2018) Mensi mengatakan, berkas Caleg Partai Hanura sudah lengkap dengan kuota perempuan di atas 30%.

Diterangkannya, penggodokan Caleg telah dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan penjaringan yang cukup ketat, yakni diseleksi di tingkat kabupaten. Setelah itu dikirim ke Provinsi dan dilanjutkan dengan Pleno.

Dia mengaku, sebagai ketua DPC, dirinya diberikan kesempatan untuk presentasi peluang kemenangan dan pemetaan Bacaleg dalam satu dapil yang meliputi, kapasitas Bacaleg, potensi Bacaleg dan elektabilitas Bacaleg. Semuanya kata dia, dikalkulasi secara cermat.

Baca: Satu Partai di Matim Tidak Daftarkan Bacaleg

Namun demikian, lanjut dia, komposisi Bacaleg ini terdiri dari pengurus partai, kader partai dan para tokoh masyarakat. Kondisi ini menurutnya memberikan rasa optimisme yang tinggi.

“Kombinasi ini tentu memberikan optimisme kepada kami untuk mencapai target yang ditentukan. Konsolidasi terus dilakukan. Kami menyadari bahwa, semua Parpol siap tempur. Persaingan makin ketat dan amat kompetitif. Targetnya, Hanura setiap dapil dapat satu kursi,” ujar Mensi.

Dia menambahkann, Partai Hanura juga selalu menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam perjuangan menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019.

Mensi berharap, masyarakat makin cerdas dalam menentukan pilihannya. Pilihlah Caleg dan Parpol yang benar-benar mempunyai komitmen untuk menyalurkan aspirasi masyarakat secara baik dan benar.

Demikian juga dalam Pilpres. Pilihlah Capres/Cawapres yang benar-benar memiliki kualitas karakter mumpuni dan punya kapasitas unggul dan track record yang hebat.

“Pilihlah Capres/Cawapres yang komit dengan Pancasila dan NKRI. Demokrasi jangan mengajak kita pada perpecahan. Demokrasi kita jangan mengarah pada anti pancasila. Pemilu 2019 adalah ujian bagi kita dalam bernegara dan berbangsa. Demokrasi Indonesia harus berorientasi pada persatuan untuk menghadirkan perubahan-perubahan positif. Isu SARA harus dilawan. Juga isu anti pancasila, harus dilawan,” paparnya.

Penulis: Nansi Taris

Editor: Boni Jehadin

alterntif text