BKH saat hadir dalam acara syukuran di aula MCC Ruteng (Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Benny K Harman calon gubernur NTT yang berpasangan dengan Benny A Litelnoni (Paket Harmoni) menggelar acara syukuran dan terima kasih kepada para pendukungnya di Aula MCC Ruteng, Jumat (27/07/2018).

Syukuran dan terima kasih yang dikemas dalam acara adat caca selek tersebut dihadiri ratusan pendukung Paket Harmoni yang datang dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

BKH dalam sambutannya mengaku, dia menggelar acara syukuran dan terima kasih hanya mau menunjukan warna baru pasca Pilkada.

Biasanya pasca Pilkada, kata dia, acara syukuran hanya dilakukan oleh para pasangan calon yang menang.

“Kita anggap penting untuk mengadakan tatap muka ini. Jadi sebetulnya saya ingin, selain acara adat, tentu kita menyampaikan syukur dan terima kasih,” ujar BKH.

Syukuran tersebut kata dia, bukan karena menang dalam perhelatan Pilgub NTT pada 27 Juni lalu.

Namun, syukuran wajib dilakukan atas perjuangan dan keras tim Harmoni saat Pilgub NTT yang tentu saja dituntun Tuhan dan leluhur.

Ratusan warga saat menghadiri acara syukuran BKH di aula MCC Ruteng (Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)

Walau kalah, namun BKH percaya semua tim sudah berjuang dan bekerja keras. Sebab itu, dia menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim dan pendukung Paket Harmoni di Manggarai Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Politisi Demokrat itu mengatakan, dalam Pilgub NTT kali lalu ada juga calon dari Manggarai, yakni Christian Rotok.

Dia maju sebagai calon wakil gubernur NTT yang berpasangan dengan Esthon Foenay. Kondisi ini, kata dia, tidak ada masalah dalam demokrasi.

“Jangan kita putus asa untuk membangun, memperkuat nasionalisme sebagai orang Manggarai. Tetap jaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Dikatakan, situasi politik tersebut adalah ujian nasiolisme sebagai orang Manggarai. Warga Manggarai selayaknya tetap kompak dan menjaga kerukunan antar sesama.

“Jadi 100 persen orang Manggarai, jadi 100 persen orang NTT, jadi 100 persen orang Indonesia,” ajak BKH.

 

Penulis: Adrianus Aba

alterntif text