Aloisius Selama, salah satu alumni SDI Karot sedang membawakan acara temu alumni (Foto: Yoakim Jehati)

Ruteng, Vox NTT- SDI Karot menggenapi usia 40 tahun (panca windu) pada 1 Januari 2018. Untuk merayakannya, lembaga pendidikan yang berlokasi di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai itu menggelar sejumlah kegiatan.

Ketua panitia kegiatan Panca Windu SDI Karot, Adi Embong mengatakan, perayaan panca windu ini dikemas dengan menggelar sejumlah kegiatan.

Itu seperti, lomba pop singer, sepak bola mini, temu alumni, dan lain-lain.

Menurut Adi, acara panca windu SDI Karot merupakan sebuah momentum untuk mempersatukan alumni.

Kepala SDI Karot, Maria Hepilaria mengatakan, kesuksesan lembaga yang dipimpinnya itu tentu saja karena peran semua pihak, termasuk orang tua murid.

“Terima kasih kepada tu’a gendang (tua adat) Curu yang telah menghibahkan lokasi ini untuk lembaga SDI Karot,” kata Maria dalam sambutannya pada acara temu alumni di SDI Karot, Sabtu (28/07/2018),

Menurut dia, lembaga yang berdiri 1 Januari 1978 itu sudah banyak meraup prestasi. Siswa angkatan pertama berjumlah 35 siswa dengan kepala sekolah saat itu atas nama Nobertus Sema.

Sedangkan saat ini lanjut Maria, siswa SDI Karot berjumlah 449 siswa, rombongan belajar sebanyak 18, dan tenaga pendidik dan non pendidik berjumlah 26 orang.

Dia mengaku, hingga kini pihaknya masih membutuhkan tambahan ruangan kelas dan tambahan guru PNS.

Para alumni SDI Karot saat acara temu alumni

Selama ini ruangan perpustakaan dijadikan ruangan kelas. Hal itu terpaksa disiasati lantaran kekurangan ruangan kelas.

Bupati Manggarai Deno Kamelus saat hadir dalam acara temu alumni mengatakan, para pendahulu yang merintis SDI Karot tentu saja sudah lama berpikir untuk pendidikan di daerah itu.

Sebab itu, dia meminta agar SDI Karot segera melakukan pembenahan aset, termasuk pengelolaan dana BOS.

Misa Konselebrasi

Panca Windu SDI Karot juga diisi dengan misa konselebrasi dari 4 pastor alumni. Keempatnya yakni; Pastor Peter Paskalis, SVD, Romo Ardus Jehaut, Romo Carles Suwendi, dan Romo Alo Jhonsos.

Perayaan ekaristi kudus ini dihadiri oleh ratusan alumni yang datang dari berbagai tempat di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Selain itu, misa juga dihadiri oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus dan rombongan, orang tua murid, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Pastor Carles Suwendi yang adalah angkatan ketiga SDI Karot dalam kotbahnya mengatakan, selama 40 tahun SDI Karot sudah menjalankan tugas. Sebab itu, perayaan syukur adalah nada dasar ungkapan kepada Tuhan.

“Dalam keadaan baik, kita mudah bersyukur, tapi dalam kesulitan kita sangat susah. Ucapan syukur adalah hal yang penting,” ujar Pastor Carles.

Menurut dia, di balik ucapan syukur terdapat kuasa Tuhan. Syukur kepada Tuhan bukan karena mendapatkan sesuatu. Ucapan syukur adalah perayaan sepenuhnya kepada Tuhan, kasih Tuhan mengalir dalam hidup manusia.

Pastor Carles menambahkan,Panca Windu SDI Karot adalah hal menggembirakan. Karena itu wajib dilanjutkan dan patut diapresiasi.

Momentum Panca Windu adalah hal yang luar biasa dan semakin bermakna dengan diisi kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan.

“Mudah-mudahan mempererat tali persaudaraan. Mambangun solidaritas di antara kita maupun memperhatikan almamater ini,” ungkap Pastor Carles.

 

Penulis: Adrianus Aba

alterntif text