Fransikus Y.A Syukur, juru bicara keluarga almarhum Ferdy Taruk saat orasi di depan Kantor Polres Manggarai, Jumat malam, 27 Juli (Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT-  Tuntutan Fransiskus Y.A Syukur sudah melebar. Juru bicara keluarga almarhum Ferdinandus Taruk itu tidak saja menuntut Polres Manggarai untuk segera mengungkapkan pelaku penembakan.

Namun juga, ia menagih keberpihakan Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam mengusut tuntas kasus penembakan anggota keluarganya Ferdy Taruk.

Ferdy Taruk ditembak oleh orang tak dikenal di Karot Ruteng Kecamatan Langke Rembong pada 27 Maret lalu, sekitar pukul 24.00 Wita. Kasus penembakan terjadi saat ia sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya.

Sebutir peluru yang kemudian diketahui berbahan dasar kuningan bersarang di kepala korban. Pada malam itu juga ia langsung dibawa ke RSUD Ruteng.

Namun nasib berkata lain. Ferdy Taruk akhirnya meninggal setelah dua minggu dirawat di rumah sakit.

Selama ini, Fransikus Y.A Syukur yang ditunjuk sebagai juru bicara keluarga getol mendesak Polres Manggarai. Desakan, terutama agar segera mengungkapkan pelaku penembakan yang masih misterius itu.

Namun sudah empat bulan berlalu, alasan kepergian almarhum Ferdy Taruk  masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga. Pelaku pun belum ditemukan.

Itu sebabnya, tuntuntan Yos Syukur merambah hingga managih keberpihakan Bupati Manggarai Deno Kamelus.

Yos Syukur menyadari betul bahwa salah satu misi Bupati Deno ialah penegakan supremasi hukum, HAM, dan kesataraan gender di Kabupaten Manggarai.

Karena itu, dia meminta Bupati Deno melalui Divisi Hukum Pemkab Manggarai segera membantu berkoordinasi dengan Polres Manggarai agar segera mengungkapkan pelaku.

“Kasus yang menimpa keluarga kami ini sebenarnya pintu masuk bagi bupati untuk ikut ambil bagian dalam penegakan supremasi hukum di Manggarai. Jangan menunggu laporan resmi,” ujar Yos Syukur kepada VoxNtt.com di sela-sela aksi damai di depan Kantor Mapolres Manggarai, Jumat malam (27/07/2018).

Anggota keluarga almarhum Ferdy Taruk saat aksi damai di depan Kantor Polres Manggarai, Jumat malam, 27 Juli (Foto: Adrianus Aba)

Menurut dia, sejak malam penuh misteri itu satu-satunya harapan keluarga korban ialah Pemkab Manggarai. Sebab keluarga tak berdaya, masih dalam bayang-bayangan kesedihan akibat kepergian almarhum yang dinilai tidak wajar.

Empat bulan kasus ini bergulir, kata Yos, Pemkab Manggarai tak ada tanda-tanda pendampingan bagi keluarga almarhum Ferdy Taruk.

Baca Juga: Kasus Kematian Ferdy Taruk, Nyala Lilin Hingga Ada Calon Tersangka

Sementara itu, Bupati Manggarai Deno Kamelus menegaskan, pihaknya tidak punya kewenangan untuk mengintervensi Kepolisian dalam pengusutan kasus penembakan almarhum Ferdy Taruk.

“Saya yakin tugas Kepolisian profesional. Tugas kita semua beri dukungan supaya Kepolisian dapat mengungkapkan kasus ini,” ujar Bupati Deno saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu malam (28/07/2018).

 

Penulis: Adrianus Aba

alterntif text