Ilustrasi

Ruteng, Vox NTT- Seorang guru SMAK di Kabupaten Manggarai yang tak mau disebutkan namanya mengaku kesal dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Sumber itu kesal lantaran tak kunjung mencairkan tunjangan sertifikasi tahap dua, yakni bulan April, Mei dan Juni 2018.

Padahal, semua berkas yang dipersyaratkan untuk itu sudah terpenuhi. Jika dihitung, pembayaran tahap dua itu sudah jatuh tempo satu bulan lebih.

“Kami sengsara ini pa. Jangan mereka pikir gaji kami 4 juta ini besar, itu kan idealnya. Di dalam 4 juta itu, ada bayar kredit bank, biaya hidup, sekolah anak dan semua kebutuhan. Jadi, (gaji) itu sangat tidak cukup,” katanya kepada VoxNtt.com, Rabu (01/08/2018).

Dia mengaku sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan Provinsi NTT melalui UPTD Wilayah VII di Manggarai belum memberi penjelasan kepada semua guru terkait lambatnya pencairan tunjangan tahap dua tersebut.

“Sehingga kami ini bingung kenapa belum cair. Apa masalahnya dan apa lendalanya? Paling kurang kan kami harus diberitahu, kenapa?” ujarnya heran.

Karena ketidakjelasan itu, lanjut dia, semangatnya untuk mengajar puluhan jam di kelas kendur.

“Jujur saja semangat kita ngajar di kelas juga jadinya kendur apalagi sampai 20 jam,” pungkasnya.

Karena itu, dia meminta UPTD Wilayah VIII segera berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT agar persoalan itu dapat diatasi.

“Kami harap budi baik UPTD, supaya ini bisa cair segera, karena kami lagi butuh,” pintahnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Alo Min yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (02/08/2018), menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan karena Kementerian Pendidikan sedang dalam sinkronisasi data penerima sertifikasi dengan Dapodik.

“Sekarang sementara proses, keterlambatan ini karena SK dari kementerian terlambat disebabkan masih sinkron data dgn data Dapodik,” jelasnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

alterntif text