Taman Doa Bukit Fatima Sandominggo, Larantuka. (Foto: Sutomo Hurint).

Larantuka, Vox NTT-Taman Doa Bukit Fatima di Kelurahan Sandominggo, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang biasa digunakan oleh umat katolik Larantuka untuk berdoa, kini terpasang dua buah plang.

Pantauan VoxNtt.com pada hari Minggu, (05/08/2018) sekitar pukul 16.20 Wita, 2 buah plang tersebut berbahan dasar tripleks, berbentuk persegi. Kedua plang itu berukuran sama yakni sekitar 30×30 cm dan terpasang pada bagian selatan taman.

Salah satu buah plang yang terpasang berhadapan dengan tempat parkir di Taman Doa Bukit Fatima Sandominggo Larantuka

Satu buah plang dipasang berhadapan dengan tempat parkir kendaraan dan satunya lagi ditancapkan pada tumpukan pasir. Plang tersebut berisikan informasi yang sama yakni “Dilarang Membangun di Kawasan ini. Ini Tempatya LBH”.

Pada bagian akhir plang itu disertakan dengan dua buah nomor handphone (HP).

Pada halaman taman doa, pada sisi kiri dan kanan jalan, terdapat tumpukan material pasir dan batu. Selain itu, juga terparkir beberapa alat berat.

Hingga saat ini belum diketahui siapa penulis plang itu dan apa jenis proyek pembangunan yang sedang dikerjakan.

Tumpukan material pasir dan batu berada di bagian selatan Taman Doa Bukit Fatima, Sandominggo Larantuka. (Foto: Sutomo Hurint).

Sebagai informasi, Taman Doa Bukit Fatima Sandominggo telah diresmikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu. Taman doa ini juga dinobatkan sebagai salah satu ikon kota Reinha Larantuka.

Tempat ini kemudian diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flotim untuk dikelola sebagai salah satu destinasi wisata religius di Kota Larantuka.

Dari puncak bukit doa ini para peziarah disugukan dengan view yang indah. Pengunjung dapat melihat barisan rumah penduduk kota Larantuka, hamparan laut yang diapit oleh pulau Solor dan Adonara.

Setiap harinya wisatawan lokal maupun wisatawan dari manca negara mengunjungi tempat ini baik sekedar untuk jalan-jalan maupun berziarah untuk memperdalam iman.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

alterntif text