Saat warga desa Paan Leleng mengikuti pelatihan pembuatan kloset (Foto: Dok. Yohanes Kristo)

Borong, Vox NTT- Pemerintah Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur melatih warganya untuk membuat kloset.

Dana pelatihan keterampilan ini menggunakan dana desa tahun 2018.

Kepala Desa Paan Leleng, Yohanes Kristo mengatakan, pelatihan pembuatan kloset tersebut untuk mendukung masyarakat. Itu terutama mendorong pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan rumah tangga.

Kristo menjelaskan, pelatihan pembuatan kloset merupakan salah satu program desa Paan Leleng, mulai dari tingkat RT hingga Dusun.

Dia menambahkan, harga kloset di toko mencapai Rp150.000- Rp 200.000. Tentu harga itu sangat mahal untuk ukuran warga di kampung.

Menurut Kristo, pembuatan kloset sebenarnya cukup mudah kalau alatnya lengkap. Harganya pun berkisar Rp 50.000- Rp 80.000. Harga hasil keterampilan warga Desa Paan Leleng tentu saja jauh di bawah harga kloset di toko.

“Kualitas kloset yang dibuat hampir sama dengan yang jual di toko,” ujar Kades Kristo kepada VoxNtt.com di Borong, Jumat (03/08/2018).

Kristo menambahkan, warga diberi pelatihan agar mereka tidak lagi membeli kloset di toko atau pasar. Tetapi mereka bisa membuatnya sendiri untuk kepentingan rumah.

Kemudian, lanjut Kristo, pelatihan pembuatan kloset dilakukan agar masyarakat bisa membuka peluang usaha demi kebutuhan ekonomi.

Setelah diberi pelatihan, warga yang mau melanjutkan pembuatan kloset akan diberi suntikan modal agar bisa mandiri.

Kristo mengatakan, dalam rencananya setelah ada instruktur, di setiap rumah akan dibagikan kloset.

Dengan adanya kloset, Kades Kristo mengharaplan masyarakat mulai sadar untuk membangun WC secara permanen.

Selama ini banyak warga mengeluhkan belum ada WC karena harga jual kloset yang terlalu mahal.

“Untuk membangun WC permanen memang diperlukan dana minimal 5 juta. Hal itu tentu sangat menyulitkan masyarakat untuk membangun. Sehingga pemerintah desa selain melatih membuat kloset juga bagimana membangun WC secara permanen tanpa harus keluar biaya yang mahal,” kata Kades Kristo.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text