Para pekerja dari PT. Sary Karya Mandiri sementara menyelesaikan pengerjaan deker, Rabu (05/09/2017) (foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Kefamenanu,Vox NTT- Kerinduan warga di seputaran jalur Kefamenanu-Nunpo Kabupaten TTU untuk mengakses jalan hotmix bagai rusa merindukan air di padang gurun.

Bagaimana tidak, setelah sekian lama merasakan kesulitan melintas di jalan yang buruk, masyarakat di wilayah itu terus menaruh harap agar jalur di daerah itu lekas diperbaiki. Harapan bertahun-tahun itu pun kini terobati.

Ruas jalan sepanjang 10,8 m dan lebar 3,5 m yang menelan anggaran senilai Rp 16.381.402.000 dari dana alokasi khusus pada dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten TTU itu hampir rampung.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa (05/09/2018) ruas jalan yang melewati wilayah Kelurahan Kefa Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Desa Oenenu, Oenenu Utara dan Nimasi serta Kuanek, Kecamatan Bikomi Tengah itu dikerjakan PT. Sary Karya Mandiri.

Ruas jalan Kefa-Nunpo di Desa Oenenu yang sudah selesai dikerjakan, Rabu (05/09/2018) (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)

Nataniel Lina, warga Desa Nimasi saat diwawancarai media ini mengungkapkan ruas jalan yang melewati desa tempat tinggalnya tersebut sudah rusak sejak puluhan tahun lalu.

Menurutnya, akibat kerusakan jalan tersebut, untuk bepergian ke Kota Kefamenanu pihaknya harus menghabiskan waktu hingga 40 menit lebih. Padahal jarak rumahnya dan kota Kefamenanu hanya sekitar 12 km.

Dengan dikerjakannya ruas jalan tersebut, ia mengaku sangat senang lantaran waktu tempuh untuk bepergian ke Kota Kefamenanu akan semakin singkat.

“Terima kasih buat Bapak Bupati TTU dan instansi terkait dan juga kontraktor dari PT.SKM, akhirnya kami punya kerinduan untuk miliki jalan yang bagus terobati sudah,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Yanuarius Salem saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya mengakui terdapat dua titik ruas jalan yang belum selesai dihotmix karena pengerjaan deker di dua lokasi dimaksud belum selesai.

Hal itu jelas dia, karena pengerjaan dua box cover tersebut terlambat, sehingga menunggu umur beton yang dipasang mencapai 28 hari baru pengerjaan dilanjutkan.

“Paling lambat dalam minggu depan sudah bisa diselesaikan Hot Roller Sheet (HRS) di dua titik itu. Kita yakin, sebelum waktu pengerjaan selesai tanggal 29 Oktober pengerjaan seluruhnya sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat dapat merawat ruas jalan itu sehingga bisa bertahan lama.

“Musuh dari jalan itu air, masyarakat biasanya banyak yang gali jalan untuk kasih lewat pipa. Ini buat jalan cepat rusak. Jadi, kalau mau gali harus terlebih dahulu konsultasi dengan kami untuk bisa arahkan teknisnya mau bagaimana,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Boni J

alterntif text