Kegiatan bersama yang dinamakan “Nusantara Bersatu” diakhiri dengan simbol komitmen kerukunan yakni penandatangan pada kain sepanjang 100 meter.

Ende, VoxNtt.com- Sejumlah masyarakat dan pelajar dengan ikatan kain merah putih di kepala berdatangan dan menandatangani yang dipimpin langsung oleh Bupati Ende, Marselinus Y W Petu.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pancasila pada, Rabu (30/11) dihadiri ribuan masyarakat Kabupaten Ende.

Mulai dari siswa SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, PNS, TNI dari Kodim 1602 Ende, Kepolisian Resor Ende serta sejumlah masyarakat.

Berbagai isi acara dilakukan seperti orasi kebangsaan tentang konsensus empat pilar kebangsaan oleh pemuka agama, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kabupaten Ende. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh tokoh budaya, pelajar dan perwakilan mahasiswa.

Bupati Marsel Petu dalam orasinya menyinggung tentang komitmen masyarakat Indonesia dalam menjalankan kerukunan antar umat beragama seperti yang diamanatkan dalam Pancasila.

Sebagai pemimpin yang kerap disebut kota Pancasila tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Ende agar tetap berkomitmen menjaga kerukunan yang sudah terjalin lama.

Foto: Siswa Pesantren Walisongo menggelorakan semangan kebangsaan saat kegiatan Nusantara Bersatu di Ende
Foto: Siswa Pesantren Walisongo menggelorakan semangan kebangsaan saat kegiatan Nusantara Bersatu di Ende

“Komitmen kerukunan harus tetap kita jaga bapak ibu sekalian. Biarkan mereka datang dan belajar kerukunan di kabupaten kita ini. Kota kita adalah kota Pancasila, kota yang penuh dengan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karenanya, mari kita terapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari, “Tegas Bupati dalam orasinya.

Ketua MUI Ende, H. Djamal Humris mengungkapkan hal yang sama dalam orasinya. Bahwa, masyarakat tidak perlu terprovokasi dengan isu yang ingin memecahbelahkan kerukunan antar umat beragama.

Masyarakat Kabupaten Ende mesti cerdas dan tidak mengikuti ajakan-ajakan sesat oleh orang atau kelompok tertentu.

“Sebagai ketua MUI, saya menghimbau agar umat muslim tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang di media social karena bisa memecah belah persatuan. Mari kita tetap berkomitmen untuk menjaga Pancasila dengan persatuan bangsa. Kita juga harus komit menjaga kerukunan yang kita jalani selama ini.”Ujar H. Djamal kepada wartawan usai orasinya.**(Ian/VoN)

Foto Feature: Siswa SD salah satu sekolah di Ende sedang menanadatangani komitmen kerukunan di atas kain yang berukuran 100 meter di Lapangan Pancasila saat kegiatan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016)

alterntif text