Ruteng, VoxNtt.com – Anggota DPRD Manggarai, Yoakim Jehati, mengutuk dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cibal, Fransiskus Atap.

Pasalnya, Frans diduga telah memukul siswanya sendiri, Putra Bangkit Sudu (16) pada 17 November 2016 lalu. Putra yang saat ini duduk di kelas II SMAN 1 Cibal akhirnya jatuh sakit usai dipukul di bagian pipi dan muka.

“Karena tindakan itu tidak mendidik dan merusak akhlak peserta didik,” ujar Yoakim kepada VoxNtt.com, Jumat, (9/12/2016).

Apalagi, kata dia, setelah dipukul Kepsek Frans, Putra terpaksa harus rawat jalan di rumah sakit Siloam Labuan Bajo karena telinganya mengeluarkan darah.

Anggota DPRD asal Kecamatan Cibal itu menegaskan, tindakan Kepsek Frans tidak mencerminkan prilaku pendidik yang baik. Itu terutama karena dugaan tindak kekerasan telah dilakukan kepada siswa yang masih di bawah umur.

Karena itu, Yoakim mendorong para penegak hukum untuk menuntaskan kasus kekerasan ini dengan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan Kepsek Frans.

“Persoalan ini harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Persoalan ini secepatnya diproses sehingga pelakunya segera diseret ke penjara,” katanya.

Selain mendorong aparat penegak hukum, Yoakim juga mendesak Bupati Manggarai Deno Kamelus agar Kepsek Frans segera dievaluasi.

Dia, kata Yoakim, harus diberi hukuman disiplin oleh bupati karena telah mencoreng nama baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya profesi guru.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepsek Frans belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi via ponselnya, namun dia belum menjawab. Lewat pesan singkat pun Kepsek SMAN 1 Cibal yang menjabat sudah puluhan tahun itu belum membalas.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Kapolsek Cibal, Iptu Dominikus Hima, mengatakan Kepsek Frans dilaporkan oleh orangtua korban atas penganiayaan tersebut.

Domi menjelaskan, satu minggu setelah kejadian yaitu, pada 22 November lalu, orangtua korban mendatangi Mapolsek setempat.

“Betul ada kasus penganiayaan yang dilakukan oknum kepala sekolah SMAN I Cibal. Kita masih dalami dengan memeriksa sejumlah saksi,” katanya kepada wartawan, Senin, (5/12/2016).

Menurut keterangan saksi pelaku, demikian Domi, ia memukul korban lantaran sering terlambat dan meninggalkan sekolah tanpa pesan. Bahkan menurut Kepsek, sejumlah aturan dan tata tertib sering dilanggar Putera.

“Pelaku sebagai kepala sekolah sudah ulang kali menegur tapi tidak digubris sehingga saat kejadian ditampar pipinya,” kata Domi. (Ardy Abba/VoN)

Foto Feature: Fransiskus Atap, Kepsek SMAN 1 Cibal (Foto: siap-sekolah.com)

alterntif text