Ruteng, VoxNtt.com- Alokasi dana yang mengalir ke desa di Kabupaten Manggarai tiap tahun kian bertambah.

Tahun 2017 diperkirakan sebanyak 145 desa di kabupaten itu masing-masing mendapat jatah Rp 1,2 miliar. Rata-rata tersebut diperoleh dari pagu indikatif secara keseluruhan sebesar Rp 178.578.144.501.

Dirincikan, dari total tersebut anggaran yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 116.291.529.000, Dana Perimbangan sejumlah Rp 58.963.896.305 dan Pajak serta Retribusi Daerah mencapai Rp 3.322.689.196.

Hal ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cendrung menurun. Tahun 2015, misalnya, tiap desa hanya berkisar sekitar Rp 500 juta hingga Rp 700 juta.

Sementara di tahun 2016, transfer dana desa yang bersumber dari APBN hanya sebesar Rp 90 miliar. Tahun depan, kenaikannya mencapai 100 persen atau sebesar Rp 45 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Manggarai Wilibrodus Ganggut mengatakan, kenaikan dana transfer ke desa mesti diimbangi dengan meningkatnya perhatian pemerintah pada aspek sumber daya manusia aparatur desa.

Ia menjelaskan, sebesar 60 persen dari Alokasi Dana Desa tersebut digunakan untuk pembangunan. Sedangkan 40 persen lainnya digunakan untuk operasional pemerintahan desa.

“Untuk pertanggungjawaban pengelolaan dana desa di tahun 2015, kita berada pada posisi aman hingga 90%. Dari sisi administrasi ok, dan pertanggungjawaban ok,” kata Willy kepada wartawan di Ruteng, Selasa (27/12/2016).

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan sebelumnya, BPK menilai pengelolaan dana desa di Kabupaten Manggarai sudah berjalan dengan baik.

Walaupun memang tak luput dari sejumlah catatan seperti terlambatnya penyerahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Menurut dia, ini tidak berdampak fatal karena tidak sampai pada kehilangan uang dan fisik.

“Kalau sekedar terlambat menyampaikan SPJ itu saya kategorikan wajar-wajar saja. Habis Satuan Kerja Perangkat Daerah yang besar saja kadang-kadang terlambat menyampaikan SPJ,” ujarnya.

Ia berharap, hingga akhir tahun 2016 ini aparat desa di Manggarai bisa mempertahankan kredit poin pengelolaan keuangannya. (Ardy Abba/VoN).

Foto Feature: Illustrasi (Ist)