(Catatan Fasilitator GSC Bagian I)

Pengantar Redaksi:Beberapa waktu lalu Kantor VoxNtt.com  di Jalan Bakti Karang, Oebobo, Kota Kupang sempat dikunjungi Beny Sandi salah satu fasilitator kecamatan program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT.

Dalam  diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam lamanya, kami pun bercerita tentang suka-duka masyarakat di tempat yang sekarang menjadi rumah kedua bagi fasilitator berdarah Manggarai ini.

“Ada banyak kisah bernilai kemanusiaan yang kita temukan di lapangan. Ini semua adalah gambaran kehidupan masyarakat kecil di Lembata dan potret kehidupan masyarakat NTT umumnya” tutur Beny.

Kisah mereka bertemu langsung dengan masyarakat Atadei kemudian ia tulis dalam beberapa kilas peristiwa yang layak dijadikan bahan refleksi dan panduan pemerintah dalam mengambil kebijakan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Berikut kami sajikan beberapa potret realitas masyarakat Atadei, Lembata yang sempat ditulis Beny dan teman-temanya.

Rela Tidak Sekolah Demi Jaga Adik

“Hidup kami susah pak… Suami saya terpaksa merantau untuk penuhi kebutuhan keluarga kami. Selain kami tidak punya biaya untuk bayar uang sekolah, saya hanya tinggal sendiri bersama tiga orang anak sedangkan suami saya membawa 2 anak saya yang sulung dan yang nomor dua. Jadi kalau dia harus bersekolah, nanti tidak ada lagi orang yang menjaga adiknya ketika saya pergi ke kebun”.

Begitulah kira-kira arti dari penuturan ibu Maria Tuto isteri dari bapak Dominikus Lure dalam bahasa daerah Lembata (Lamaholot) dialek Atadei ketika tim Fasilitator GSC Atadei (Benyamin Sandi dan Librianus Lake) menanyakan mengapa anak mereka Berna (nama Panggilan Bernadete Boleng) tidak melanjutkan sekolah ke SMP/SLTP.

Dalam penelusuran oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), disampaikan oleh ibunya Maria bahwa anaknya tidak mau bersekolah atau tidak memiliki motivasi untuk bersekolah.

Akan tetapi alasan dari ibu Maria rupanya belum memuaskan. Dengan teknik bertanya dan wawancara yang baik, akhirnya ibu Maria mengakui bahwa anaknya masih memiliki semangat untuk bersekolah namun dirinyalah yang belum mengizinkan dia untuk melanjutkan sekolah.

Diketahui bahwa keluarga ini memiliki 5 orang anak perempuan. Dua orang dibawa oleh sang suami yang sedang merantau di Kalimantan Utara dan bersekolah di sana.

Dari wawancara, tampak bahwa si Ibu Maria sepertinya sedang kesal dengan suaminya karena telah lama pergi dan belum pernah pulang selama 2 tahun terakhir.

“Sudah dua tahun pak tapi belum pulang juga” kata Maria dengan nada haru di rumahnya beberapa waktu lalu

Akhirnya terungkap bahwa si ibu belum mengizinkan anaknya  bersekolah sebagai bentuk protes terhadap suaminya yang telah lama tidak pulang.

Foto: Berna saat memakai pakaian seragam dari GSC
Foto: Berna saat memakai pakaian seragam dari GSC

Mendengar jawaban sang Ibu, kami (tim GSC) kemudian berupaya melakukan penyadaran dengan membuka pemikiran si ibu dengan berbagai sudut pandang serta gambaran kemungkinan dampaknya ke depan kalau seandainya anak ini tidak melanjutkan sekolah, termasuk di antaranya dampak hukum.

Entah karena terharu atau karena menyesal, ibu Maria terlihat menitikkan air mata dan berjanji akan memberikan jawaban kepada kami esok harinya setelah berbicara dengan keluarga.

Esok harinya, kami mendapatkan kabar baik bahwa keluarga telah bersepakat utuk mengizinkan Berna melanjutkan sekolah ke SMP.

“Akhirnya saya bisa juga bersekolah…” ujar Berna dengan muka berseri setelah siap dengan pakaian seragam putih biru yang baru diberikan oleh perwakilan program GSC.

Ketika ditanyakan mengenai cita-citanya kelak, dia dengan polos mengatakan “Saya ingin seperti kakak-kakak nantinya membantu anak lain supaya bisa sekolah seperti saya…”

Kami sempat terharu mendengar jawaban anak ini. Dia masih begitu muda tapi sudah memiliki pemikiran seperti itu.

Semoga ini menjadi fase baru dalam hidup keluarga ini khususnya bagi Maria dalam rangka menggapai cita-citanya. Semoga pula dia tetap semangat dalam meraih cita-citanya..

Untuk diketahui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) salah satunya memiliki sub program yang bernama Generasi Sehat dan Cerdas (GSC).

GSC adalah program fasilitasi masyarakat dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan kegiatan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah.

Sebagai stimulan dalam menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan, program menyediakan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). (kontributor: Benny/VoN)

alterntif text