Ketua PMKRI Pusat, Angelo Wake Kako, Komda Flores, Yoakim Seke, Ketua PMKRI Ende, Bastian Bata serta senior alumni PMKRI berpose bersama Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Poto Kota, Pr di Keuskupan Ende usai membahas kegiatan sosial Mahasiswa Katolik sedunia

Ende, Vox NTT-Mahasiswa Katolik sedunia yang dihimpun dalam organisasi International Movement Catholic Student (IMCS) akan mengunjungi pulau Flores pada Juli 2017 mendatang.

Kedatangan mahasiswa untuk melakukan pelbagai kegiatan sosial berupa renovasi bangunan sekolah, sumbangan pipa air minum serta kegiatan workshop human trafficking.

Kegiatan ini akan melibatkan 60 Mahasiswa Katolik dunia dari 45 negara.

Demikian disampaikan Komisaris Daerah (Komda) Flores Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Yoakim Seke kepada VoxNtt.com, Jumat (10/3/2017).

Kim menjelaskan, para mahasiswa ini akan bertualang dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur hingga berakhir di Labuan Bajo, Manggarai Barat seraya melaksanakan kegiatan sosial sesuai zona yang ditentukan.

Kegiatan sosial tersebut dikoordinir oleh Pengurus Pusat PMKRI dan PMKRI Cabang sedaratan Flores.

Aktivis Nagekeo ini menuturkan, selain kegiatan sosial, pihaknya akan melakukan kampanye pariwisata kepada para mahasiswa dunia.

“Kita sedang menginginkan pengembangan pariwisata berbasis kawasan. Sehingga setiap daerah di Flores akan dikunjungi oleh IMCS dalam pengembangan pariwisata,” katanya

Dengan kegiatan dimaksud, lanjut Kim, setiap daerah boleh melakukan kampanye pariwisata. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari 45 negara tersebut menjadi peluang besar untuk mempromosi pariwisata.

“Ini ruang promosi pariwisata sehingga PMKRI berharap kerja sama yang baik dari semua pihak agar bisa menyukseskan kegiatan ini,” ujar Kim.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Pusat, Angelo Wake Kako mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun kepedulian sosial generasi pemuda katolik terhadap realita keterbelakangan dan kemiskinan di lingkungan sekitar.

Dijelaskannya, mahasiswa IMCS memilih pulau Flores-NTT sebab dipandang sebagai daerah termiskin di Indonesia.

“Ya, wajar kalau daerah ini masih disebut daerah terbelakang. Maka butuh sentuhan-sentuhan sosial seperti kegiatan ini,” kata Angelo secara terpisah.

Lebih dari itu, lanjut dia, PMKRI mendukung agenda pembangunan nasional dimana NTT menjadi prioritas pengembangan pada bidang pariwisata.

PMKRI tengah mengemas kegiatan untuk mendukung pariwisata agar bisa dieksplor oleh 60 Mahasiswa dari 45 Negara.

“Harapan PMKRI agar teman-teman mahasiswa dari berbagai negara menjadi duta wisata Indonesia untuk negaranya masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan PMKRI sudah berkoordinasi dengan Pemerintah baik Gubernur NTT maupun sejumlah Bupati serta Uskup sedaratan Flores.***(Ian Bala/VoN)