Foto: Ribuan penonton menyaksikan para ksatria pasola beradu ketangkasan

Tambolaka, Vox NTT-Ribuan penonton memadati lapangan Pasola Wainyapu, Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Belagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (20/03/2017).

Terik matahari tidak menyurutkan semangat para penonton untuk mendekati lapangan menyaksikan festival budaya tradisional, Pasola yang hanya ada di pulau Sumba.

Sorakan penonton ikut menyemarakan pelaksanaan festival ketika lembing yang dilempar mengenai sasaran lawan. Tak sedikit ksatria pasola terluka  akibat terkena lembing lawan.

Diawali dengan Upacara Nyale

Tokoh adat setempat, Andreas Mahemba yang ditemui media ini mengatakan Upacara Nyale merupakan salah satu ungkapan rasa syukur atas anugerah hasil panen serta cacing laut yang melimpah di pinggir pantai.

Adat tersebut dilaksanakan pada waktu bulan purnama saat cacing-cacing laut yang dalam bahasa setempat disebut nyale keluar di tepi pantai.

Lebih lanjut Andreas mengatakan Para Rato (pemuka suku) akan memprediksi masa depan dari  nyale yang keluar pada pagi hari.

“Setelah nyale pertama didapat oleh Rato, nyale dibawa ke majelis para Rato untuk dibuktikan kebenarannya. Selanjutnya diteliti bentuk serta warnanya” jelasnya.

Bila nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang melimpah.

Sebaliknya, bila nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Setelah digelar upacara adat, penangkapan nyale baru boleh dilakukan oleh masyarakat.

“Tanpa mendapatkan nyale, pasola tidak dapat dilaksanakan” ujar Andreas.

Bupati dan SKPD SBD turut menyaksikan Pasola

Sementara itu Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, saat diwawancara media ini di tempat acara merasa bersyukur pasalnya pasola berlangsung  baik dan aman.

Ia berharap tahun depan lebih baik lagi dan semakin banyak wisatawan yang datang menonton pasola dan mengunjungi tempat-tempat wisata di kabupaten Sumba Barat Daya.

“Pemerintah akan trus menyiapkan fasilitas yang lebih memadai demi kenyamanan pengunjung dan menciptakan suasana nyaman dan ramah” ujar Bupati MDT.

Untuk diketahui, selain Bupati MDT yang hadir, kegiatan pasola tersebut dihadiri juga oleh wakil Bupati, unsur MUSPIDA kabupaten Sumba barat daya, perwakilan Bank Indonesia, wisatawan lokal, maupun asing serta seluruh masyarakat Sumba Barat Daya yang datang dari berbagai Kampung. (Ancik/VoN).