Pengurus Puskopdit Flores Mandiri, Petrus Lengi saat ditemui Voxntt.com saat RAT Kopdit Budi Utama di Mbay. (Foto: Ian Bala)

Nagekeo,Vox NTT-Koperasi kredit dibawah naungan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri diancam dengan masalah kredit macet oleh anggota koperasi.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penghasilan yang produktif dari masing-masing anggota.

Pengurus Puskopdit Flores Mandiri, Petrus Lengi mengatakan saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi kredit Budi Utama di Penginanga, Kelurahan Lape, Kabupaten Nagekeo pada Selasa (28/3/2017).

Petrus menuturkan masalah kredit macet oleh anggota menjadi perhatian serius oleh pengurus kopdit. Keterlambatan serta kelalaian selalu dievaluasi dalam rapat tahunan.

Dengan demikian, tugas puskopdit yakni melakukan pendampingan serta memberikan pendidikan yang berkelanjutan.

“Kredit macet itu memang fenomenal karena anggota kita sekarang tidak semua memiliki penghasilan uang yang tetap. Saat hitungan mereka (anggota, red) meleset maka terjadilah kredit macet,”ungkap Petrus.

Dia menjelaskan upaya puskopdit dilakukan yakni mendorong anggota untuk berwirausaha. Dengan ini maka peningkatan kesejahteraan anggota menjadi lebih baik.

Petrus mengaku terjadi gulung tikar beberapa kopdit yang disebabkan kredit macet. Namun, masalah tersebut tidak disebut sebagai hal negatif bagi koperasi kredit.

“Ya bisa juga sebagai ancaman. Tapi kredit macet sebagai tantang pengurus untuk manajemen keuangan. Misalnya, memberikan pinjaman dilihat dengan tujuan, keaktifan serta partisipasi anggota,”tandas Petrus.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Kabupaten Nagekeo, Marsel De Mara mengatakan kredit macet terjadi disebabkan anggota masih terpaku dengan uang simpan pinjam.

Selain itu, persoalan tersebut karena minimnya sumber daya anggota. Oleh karena itu, dia menganjurkan agar koperasi dapat bergerak dalam usaha-usaha rill.

“Kalau sumber dayanya bagus maka kita yakin koperasi ini dapat bertumbuh dan berkembang baik,”ujar Marsel.

Tantangan tersebut, menurut dia merupakan spirit agat koperasi terus mendorong anggota agar berwirausaha.

Koperasi kredit diharap berkreatifitas untuk menyelesaikan masalah kredit macet anggota.

“Koperasi harus berpihak dan harus bisa menyelesaikan masalah ini,” tutur dia. (Ian Bala/VoN)

alterntif text