Kegiatan sosialisasi Kampung Keluarga Berencana oleh BKKBN Propinsi NTT (Foto: Ian Bala)

Ende, Vox NTT-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT menargetkan 21 Desa di Kabupaten Ende menjadi Kampung Keluarga Berencana (KKB) pada tahun ini.

Desa-desa yang akan menjadi KKB berdasarkan persyaratan atau kriteria yang ditentukan. Kriteria dimaksud yakni kampung atau desa pinggir sungai dan desa kumuh.

Kepala Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN NTT, Marianus Maukuru mengaku kegiatan tersebut berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo melalui program nawacita.

“Jadi, salah satu program yang disebut dalam nawacita itu program keluarga berencana,”ungkap Marianus di sela-sela sosialisasi KKB di Aula Lantai Dua, Kamis (6/4).

Ia menjelaskan maksud KKB adalah untuk memperbaiki kehidupan masyarakat desa. Masyarakat di daerah kumuh menjadi target dari program tersebut.

Marianus mengatakan tahun 2020 target Presiden Jokowi untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa.

“Bukan BKKBN saja tetapi bekerja sama semua pihak termasuk BUMN. Jadi, tahun 2020 itu target kita,”katanya.

“Syarat desa punya data kependudukan. Kriteria lain desa miskin perkotaan, terpencil dan berada di daerah sungai atau pantai. Intinya daerah kumuh kategori kumuh,”jelas dia.

Kampung keluarga berencana, jelas dia merupakan suatu inovasi strategi perluasan dan penguatan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga pada satuan wilayah rukun warga, dusun hingga kampung.

“Ini untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,”pungkas Marianus.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kiemas Ketu mengatakan konsep KKB dipadu dari semua aspek termasuk infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

“Semua berpaduan dari berbagai aspek. Tidak hanya kami saja yang bekerja tetapi dukungan semua pihak sehingga kualitas kehidupan keluarga meningkat,”ungkap Ketu. (Ian Bala/VoN)

 

alterntif text