Wahidah ibunda Almuzamil memegang pakayan anaknya lantas memanggil pulang. Almuzamil adalah korban tenggelam akibat arus laut di Muara Warukasu yang hingga kini belum ditemukan. (Foto: Ian Bala)

Ende, Vox NTT-Almuzamil, nama seorang bocah yang belum ditemukan setelah tenggelam di Muara Warukasu, Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende NTT.

Bocah ini ternyata baru ulang tahun pada 6 April sehari sebelum diseret arus laut pada Jumad, (7/4/2017) bersama tujuh teman lainnya.

Almuzamil merupakan siswa kelas satu SDI Nangapanda. Ia merupakan putra bungsu dari ibu Wahidah dan ayah Najamudin Jono.

Menurut cerita Najamudin kepada VoxNtt.com, ulang tahun putra kesayangannya dirayakan secara sederhana.

Selain makan bersama, Najamudin hanya memberi hadiah berupa uang kepada anaknya. Motivasi menabung terhadap buah hatinya menjadi kebiasaan pada keluarganya.

Almuzamil adalah anak yang nurut. Selain itu, ia selalu memperhatikan teman sejawatnya.

Kebiasaan yang dilakukan adalah memesan ibunya menyiapkan makanan yang cukup terhadap teman sejawatnya. Ia selalu mengajak teman-temannya untuk bermain di rumahnya.

“Kalau pulang sekolah dia selalu ajak teman-teman makan di rumah. Saya tidak percaya kalau dia meninggal,”kata Najamudin dengan wajah sedih.

Ia menceritakan saat anaknya pulang sekolah sekitar pukul 10 pagi, ia sedang berada di kampung Kekandara. Ia merupakan pedagang komoditi vanili.

“Dia baru ulang tahun tanggal enam kemarin. Saya beri dia uang. Saya rasa sedih tadi malam dia tidur di laut,”katanya lantas mengusap air mata yang terus menetes.

Disaksikan media ini pada Sabtu (8/4), Najamudin dan Wahidah istrinya bersama warga sekitar terus menangis atas peristiwa naas tersebut. Mereka duduk di bibir pantai menanti pencarian Almuzamil.

Tangisan kedua orang tua korban ini menjadi perhatian warga dan sejumlah awak media. Wahidah terus memegang pakayan anaknya lantas memanggil pulang Almuzamil buah hatinya.

Sedangkan Najamudin terus menahan air mata yang kerap membasahi pipihnya. Sedangkan warga lainnya tidak menahan sedih atas peristiwa tersebut.

Pihak BPBD Ende, Tim Sar serta pihak Kepolisian terus melakukan pencarian di sekitar muara atau perairan laut Sawu.

Sedangkan ratusan warga menanti berjejer di sepanjang bibir pantai Nangapanda. Hingga berita ini diturunkan korban belum ditemukan. (Ian Bala/VoN)