Illustrasi

Borong, Vox NTT-Pasca dialihkan ke provinsi, nasib guru swasta di Manggarai Timur (Matim) hingga kini belum jelas.

Para guru masih menunggu kebijakan pemerintah provinsi NTT terkait nasib mereka.

Terhitung sejak Januari sampai dengan April 2017 para guru swasta di Matim hanya mengandalkan gaji dari komite sekolah. Itu pun jumlah sedikit.

Salah satu guru di Matim yang minta namanya tidak dimediakan, kepada VoxNtt.com saat ditemui di Borong, Rabu(10/4/2017) membenarkan hal tersebut.

“Hingga saat ini nasib kami belum jelas. Belum ada informasi pasti dari pemerintah terkait nasib kami,” katanya.

Dia menambahkan, sebelumnya setiap bulan mereka terima gaji tiap tiga bulan. Namun, sekarang hanya terima gaji dari uang komite. Itu juga kalau stornya tidak stabil tiap bulan.

“Untung masih ada uang komite. Kalau tidak, kami tidak dapat apa-apa,” ujar guru itu.

Akibat belum ada gaji tersebut, untuk pemenuhan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari dirinya harus mencari pekerjaan lain.

“Ya, untuk penuhi kebutuhan keluarga. Saya harus mencari pekerjaan lain di luar jam sekolah,” ujarnya.

Dirinya pun berharap pemerintah provinsi NTT bisa secepatnya menentukan kebijakan terkait nasib guru honor SMA/SMK di Matim. Sebab, berpengaruh terhadap produktivitas kerja mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas PPO, Matim, Frederika Soch ketika dikonfirmasi VoxNtt.com via pesan WhatsApp, Rabu (12/4/2017) mengatakan, sampai saat ini belum jelas nasib para guru SMK/SMK. Hingga kini pihaknya masih menunggu informasih dari provinsi NTT.

“Pak Gubernur tolong guru-guru SMA dan SMK Kabupaten Manggarai Timur. Kasihan mereka telah berjasa mendidik anak-anak Bangsa,” kata Soch.

Dikatakan Soch, untuk sementara guru-guru digaji dari uang komite.

“Sementara ditalang pakai uang komite. Diharapkan rekan-rekan guru-guru SMA/SMK bersabar,” ujar Soch. (Nansianus Taris/VoN)