Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ridwan

Mbay, Vox NTT- Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Santa Mathilda Nagekeo, Yustinus Karson Jogo beserta beberapa guru akan dijemput paksa, jika saja panggilan kedua oleh Kepolisian Sektor Aesesa tidak datang menghadap.

Panggilan Yustinus berserta beberapa guru SMK Santa Mathilda itu yakni, sebagai saksi dalam aksi pengerusakan mobil Yayasan Abraham Maumere belum lama ini oleh para siswa.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ridawan Kepada VoxNtt.com, Rabu (19/4/2017) mengatakan, Yustinus dan beberapa guru SMK Santa Mathilda Nagekeo telah dipanggil sebagai saksi dalam pengerusakan Mobil Yayasan Abraham Maumere tersebut.

Namun dalam panggilan pertama mereka tidak datang. Olehnya pihak Kepolisian Sektor Aesesa telah mengirim surat panggilan kedua.

Apa bila panggilan kedua itu tidak datang lanjut Iptu Ridwan, pihaknya akan jemput paksa.

“Sesuai aturan sampai dua kali panggilan tidak datang, dan panggilan ketiga jemput paksa. Yang penting kita sudah buat panggilan dua kali. Kalau tidak datang ya, kita jemput paksa. Karena Indonesia ini tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua Yayasan Abraham Maumere, Fransiskus Xaverius menduga Mantan SMK Santa Mathilda Nagekeo, Yustinus Karson Jogo berada di balik rencana aksi anarkis para siswanya pada, 7 April 2017 lalu.

Baca: Ketua Yayasan Menduga Mantan Kepsek Matilda di Balik Aksi Anarkis Siswa

Para siswa diduga telah diprovokasi mantan Kepsek Yustinus yang tidak menginginkan adanya pergantian kepengurusan di SMK Santa Mahtilda‎

Fransiskus menjelaskan, kejadian kerusakan mobilnya berlangsung saat melaksanakan acara serah terima jabatan Kepsek baru di Aula Kantor SMK Santa Mathilda.

Saat itu pihak yayasan sekolah mengangkat Maria Pano sebagai Kepsek baru menggantikan Yustinus Karson Jogo.

Acara masih berlangsung, tiba-tiba saja puluhan siswa mengamuk dan melempar kaca sekolah dengan menggunakan batu. Bengkel di sekolah itu dan mobil milik yayasan juga ikut dirusakan oleh siswa.

Tak hanya sarana sekolah, kata dokter Fransiskus, pegawai Yayasan Abraham, anggota Kepolisian Sektor Aesesa juga ikut dilempar

Sementara itu, Mantan Kespsek Mathilda Nagekeo, Yustinus Karson Jogo membantah dirinya adalah aktor di balik aksi pengerusakan itu. (Arkadius Togo/VoN)

alterntif text