Ibu Yuliana saat menyerahkan uang hadiah kepada para siswa peraih nilai tertinggi

Kefamenanu,Vox NTT-Demi memotivasi murid-murid SMK Katolik Kefamenanu, Kabupaten Timor Utara (TTU), Yuliana Balun guru mereka memberikan sejumlah uang.

Ia memberikan uang penghargaan agar para siswa kelas XII terus giat belajar dalam menghadapi Ujian Nasional Bebasis Komputer  (UNBK) yang digelar beberapa waktu lalu.

Yuli yang adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di  SMK Katolik Kefamenanu itu rela merogoh koceknya untuk memberikan hadiah kepada murid-muridnya yang meraih  nilai tertinggi.

Uniknya,uang yang menjadi hadiah bagi para murid tersebut diperoleh Yuli dari pinjaman di  koperasi kredit.

Hal tersebut terungkap saat acara pengumuman kelulusan hasil UNBK siswa-siswi SMK Katolik Kefamenanu yang dihadiri oleh Kepala sekolah ,para guru serta  orangtua murid yang digelar di gedung sekolah tersebut, Selasa(2/05/2017).

Informasi yang berhasil diperoleh media ini, sebanyak 6 orang siswa-siswi yang mendapat nilai tertinggi tersebut mendapat hadiah uang senilai Rp 50.000- Rp 100.000 sesuai dengan nilai yang diperoleh.

Yuli ketika ditemui awak media  usai penyerahan hadiah kepada para siswa yang mendapat nilai tertinggi tersebut menjelaskan, hadiah yang diberikan ini memang merupakan janjinya kepada para muridnya sebelum UNBK digelar beberapa waktu lalu.

Hadiah tersebut bertujuan untuk memotivasi para muridnya agar giat belajar dalam menghadapi UNBK.

Ibu yuli menuturkan sesuai janjinya waktu itu yakni, siswa yang mendapat nilai di atas 90 mendapat hadiah uang sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan yang nilainya antara 60-90 mendapat Rp 50 ribu

“Saya termasuk guru yang cukup tegas,waktu itu saya janjikan kepada para murid saya kalau ada yang dapat nilai tinggi maka saya akan kasih hadiah uang,” ungkapnya.

Ibu Yuli mengisahkan saat dirinya berjanji akan memberikan hadiah uang kepada yang mendapat nilai tinggi, ada murid yang bertanya bahwa jika ada lebih dari 10 orang yang mendapat nilai diatas 90 apa ibu sanggup  membayar?

“Waktu itu sempat ada murid yang tanya, kalau ada 10 orang yang nilai diatas 90 ibu sanggup bayar atau tidak? Tapi saya bilang saya akan pinjam di koperasi untuk bayar semuanya nanti baru saya cicil pelan-pelan juga tidak apa,” kisahnya.

Lebih lanjut ibu Yuli menegaskan, pemberian uang kepada para peraih nilai tertinggi merupakan bentuk motivasi kepada para muridnya, sehingga ke depan pastinya hal seperti ini akan terus dilakukan.(Eman Tabean/VoN)