Wisatawan asal Singapura, Long Lee Alcc saat perawatan di Postu Komodo, Rabu 3 Mei 2017

Labuan Bajo,Vox NTT-Kondisi kesehatan Long Lee Alcc, wisatawan asal Singapura yang digigit binatang komodo di Kampung Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Rabu 3 Mei 2017 sudah membaik dan keadaannya sudah kembali normal.

Hal itu disampaikan oleh Marketing Communication Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo, Raynaldo Kamil P Harun kepada VoxNtt.com, Kamis (4/5/2017).

Dia mengatakan pasien masuk di RSU Siloam Labuan Bajo sekitar pukul 01.00 Wita pada Rabu 3 Mei 2017. Setelah mendapat perawatan tim medis kondisi pasien sudah membaik dan kembali normal.

“Pasien sudah bisa bicara dengan keluarga melalui video call ,” tutur Raynaldo.

Raynaldo menambahkan saat ini tim medis intens merawat wisatawan asal singapura itu.

Namun untuk detail informasi mengenai pelayanan kesehatan terhadap Long Lee Alcc sendiri tidak bisa disampaikan ke publik karena permintaan pasien sendiri.

“Intinya kondisi pasien saat ini sudah membaik dan dapat berbicara dengan keluarganya di Singapura,” jelasnya.

Dia menambahkan pasca Long Lee Alcc dirawat di RSU Siloam Labuan Bajo, pihaknya sudah menghubungi konsultan Singapura yang ada di Denpasar, Bali. Hal iitu untuk memberitahukan kepada konsultan bahwa wisatawan asal negaranya dirawat di RSU Siloam Labuan Bajo.

Terkait perawatan selanjutnya, Raynaldo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah dirujuk ke rumah sakit lain atau tetap dirawat di RSU Siloam Labuan bajo.

Sebelumnya, Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah II Pulau Komodo, Hendrikus Siga mengatakan pihaknya hanya sekedar mengantar Long Lee Alcc ke RSU Siloam Labuan Bajo.

Baca: Wisatawan Singapura yang Digigit Komodo Tidak Membeli Karcis Masuk TNK

Sedangkan menyangkut biaya perawatan selama berada di RSU Siloam bukan ditanggung oleh TNK karena wisatawan asal singapura itu masuk dalam kawasan TNK tanpa mengantongi karcis masuk.

“Kecuali kalau wisatawan itu (Long Lee Alcc) membeli karcis masuk TNK maka seluruh biaya perawatan kesehatan pasti di tanggung oleh Balai TNK,” ujar Hendrik Siga. (Gerasimos Satria/VoN)