Illustrasi

Labuan Bajo,Vox NTT-Bisnis pariwisata khususnya sektor transportasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kian melaju pesat. Setiap harinya hampir ratusan lebih wisatawan mengunjungi Kota yang dikenal sebagai Labuan Bangsa-Bangsa itu.

Namun di tengah meningkatnya kunjungan  wisatawan, ternyata masih menyimpan banyak persoalan khususnya jasa transportasi. Salah satunya masalah menjamurnya travel agen liar di yang menjual paket wisata tanpa memiliki kantor resmi di Labuhan Bajo.

Pelaku wisata di Labuan Bajo, Rafael Todowela kepada VoxNtt.com,Jumat (5/5/2017) mengatakan tercatat ada sekitar 7 travel agen liar yang beroperasi di Labuan Bajo.

Bisnis travel agen liar itu tentu menganggu bisnis travel agen bagi perusahan yang resmi beroperasi di wilayah Mabar.

“Travel agen itu menjual paket obyek wisata di Labuan Bajo tanpa menggunakan jasa Guide yang ada di Labuan Bajo,” ujar Rafael.

Jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar terus membiarkan travel agen luar ini terus beroperasi di Labuhan Bajo maka akan mengancam bisnis travel agen yang membayar pajak setiap tahunnya kepada Pemkab Mabar.

“Travel agen liar itu tidak membayar pajak,sementara kami yang resmi membayar pajak kepada pemerintah,” tutur Rafael.

Menurut Rafael, travel agen liar tersebut memiliki kantor di Jakarta dan  Surabaya. Promosi paket wisatawanya melalui website travel agen tersebut. Selama mengantar wisatawan di wilayah Mabar mereka menggunakan kapal nelayan dan kapa wisata lainnya dengan harga dibawa standar.

“Kita tidak ingin kehadiran travel agen liar ini merusak pengelolaan pariwisata di Labuan Bajo,” kata Rafael.

Pelaku wisata di Labuan Bajo lainnya, Sefri Jemandut meminta Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kabupaten Mabar dan Pemkab Mabar untuk serius menertibkan travel agen yang liar yang beroperasi di wilayah Labuan Bajo.

“Kita bukan melarang semakin banyaknya travel agen di Labuan Bajo.Namun, kita ingin seluruh travel agen mentaati segala peraturan terkait travel agen di Labuan Bajo,” ujar Sefri. (Gerasimo Satria/VoN).