Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma saat memberikan keterangan kepada media ini (Foto: Ian Bala)

Ende, Vox NTT-Akhir-akhir ini masyarakat Kabupaten Ende dikejutkan dengan pengobatan gratis. Aktivitas oleh sekelompok orang menjadi modus tertentu sebab tidak memiliki izin yang sah.

Informasi yang diperoleh, kegiatan pengobatan gratis kerap terjadi di daerah pelosok yang tidak terjangkau. Ini memudahkan sekelompok orang untuk melakukan hal yang tidak diinginkan.

Kadis Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma mengaku mendapatkan informasi tersebut saat dirinya bertugas ke Jakarta.

Ia menjelaskan saat petugas kesehatan terjun ke lapangan ternyata modus pengobatan gratis benar terjadi.

“Benar, saya dapat informasi dari petugas kami. Saat pereksa surat ijin pengobatan ternyata tidak ada,” ucap Fatma saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin (15/5/2017).

Fatma mencurigai ada modus di balik pengobatan gratis oleh sekelompok orang. Ia membantah pengobatan gratis tersebut oleh petugas kesehatan Kabupaten Ende.

Diketahui ada empat wilayah tindakan pengobatan tanpa izin tersebut yakni wilayah Moni, Be’i Benga, Watunggere, dan wilayah Nangapanda.

“Semua itu wilayah yang susah dijangkau. Mereka juga menjual obat bentuk kapsul,” ucap dia.

Atas tindakan itu, pihak Dinkes Ende telah mengeluarkan surat pemberhentian aktivitas pengobatan oleh sekelompok orang.

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan masing-masing Camat dan Pemerintah Desa untuk mencegah aktivitas tanpa izin tersebut.

“Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Kalau mau periksa pergilah ke puskesmas yang sudah disiapkan. Yang harus waspadai juga jual beli obat sistem online,” pungkas Kadis Fatma. (Ian Bala/VoN)

alterntif text