Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ngada, Maria Florida Naru

Bajawa, Vox NTT- Kondisi Perpusatakaan Daerah Ngada hingga kini memprihatinkan.

Pasalnya, buku-buku yang tersedia kurang memenuhi keperluan pembaca. Apalagi banyak buku-buku yang sudah  robek

Salah satu pengunjung, Arman yang temui VoxNtt.com, Kamis (18/5/2017), mengaku jenuh melihat kondisi perpustakaan milik Pemda Ngada.

Ia mengaku kondisi perpustakaan yang ada kurang memenuhi keperluan untuk mendapatkan buku yang berkualitas dan ia perlukan.

“Perpustakaan seakan dikelola seadanya dan buku-buku yang mahasiswa perlukan minim sekali,” kata Arman yang adalah salah satu mahasiswa di Ngada itu.

Melihat kondisi tersebut, ia berpendapat bahwa perlu adanya penambahan buku-buku sesuai jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Ngada. Serta, bangunan harus memiliki fasilitas yang bagus dan memiliki jaringan internet.‎

Dikatakan kondisi ruangan yang terlalu kecil membuat tidak nyaman untuk datang ke tempat tersebut. Tambahnya lagi banyak buku-buku sudah pada robek dan tidak layak dibaca lagi.

‎Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ngada, Maria Florida Naru membenarkan hal itu.

Dia mengaku di Perpustakaan Daerah Ngada banyak buku-buku yang sudah tidak layak lagi.

Bukan hanya itu, fasilitas lainnya juga belum memadai. Untuk sementara pihaknya tidak banyak berbuat apa-apa. Sebab sampai saat ini belum mendapatkan dana untuk pengadaan buku dan lain-lain.‎

“Kita akan terus melakukan survei kepada masyarakat terkait kebutuhan buku seperti apa yang mereka perlukan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berjanji akan terus berusaha melakukan pembangunan perpustakaan tersebut.‎ (Arkadius Togo/VoN)

alterntif text