Frumensius Frederik Anam, anggota DPRD Matim (Foto: WhatsApp)

Borong, Vox NTT – Setiap tahun ada saja keluhan warga terkait kualitas proyek jalan lapen yang buruk di Manggarai Timur (Matim).

Umumnya, di beberapa titik belum sampai satu tahun kondisi jalan sudah rusak parah. Umurnya bisa dibilang cukup pendek.

Anggota DPRD Matim, Mensi Anam membenarkan hampir setiap tahun selalu saja ada pengerjaan jalan yang kualitasnya buruk.

“Di Matim sesungguhnya masalah pembangunan fisik tidak hanya pada kualitas pengerjaannya, tetapi yang paling krusial adalah lokasi tempat  pembangunan dominan pada kecamatan tertentu saja,” aku Mensi kepada VoxNtt.com, Jumat (2/6/2017).

Politisi Hanura itu menjelaskan, berkaitan dengan kualitas, ada 4 pihak utama yang terlibat secara teknis yaitu Dinas PUPR, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas.

“Keempat institusi tersebut harus punya komitmen moral.Terpanggil untuk menghadirkan hasil pengerjaan yang berkualitas. Komitmen moral ini harus menjadi alas pijak untuk kerja profesional, kerja teknis yang mumpuni,” tegas Mensi.

Kata Mensi, atas dasar itu tuntutan lebihnya adalah keempat institusi tersebut mesti merasa bahwa mereka juga pemanfaat dari hasil kerja mereka sendiri.

“Jangan merasa bahwa mereka hanya ada pada pihak yang menghadirkan aset, dan di lain pihak mreka bukan pemanfaat,” tutup dia. (Nansianus Taris/VoN)

alterntif text