Kons Hati

Ruteng, Vox NTT- Kons Hati, Warga Kedutul, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai mengaku belum tenang karena Yeremias Leta sebagai pelaku percobaan pembunuhan ia dan istrinya tak ditahan Polisi.

Padahal, semua fakta yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah ia jelaskan dengan sebenarnya di hadapan penyidik saat diperiksa. Selain itu, ada juga sejumlah saksi di TKP yang sudah memberi keterangan meskipun keterangan mereka masih setengah-tengah.

“Tapi kenapa orang ini tidak ditahan? Saya kan khawatir bisa saja nanti dia ulang lagi perbuatan seperti itu ,” katanya kepada wartawan, Rabu (7/6/2017).

Kata Kons, tanggal 19 Desember 2016 lalu, Yeremias Leta juga pernah membunuh anjing mereka sampai mati dengan alasan merusak satu batang pohon singkongnya. Atas kejadian itu, Kons dan istrinya melapor ke Polisi. Namun, Polisi tidak mengambil langkah hukum.

Baca: Penyidik Polres Manggarai Diminta Lakukan Tes Kebohongan Saksi

“Jadi ini bukan kejadian pertama, tapi sudah kesekian kalinya. Kalau orang ini tidak ditahan bisa saja dia buat ulang bahkan mungkin saja ia bisa langsung membunuh. Ini yang membuat kami sekeluarga tidak tenang,” pungkasnya.

Dilansir Beritasatu.co, Yeremias Leta berusaha membunuh Kons dan istrinya Roni Jeramu di depan rumah mereka, Senin (15/5/2017) lalu. Roni mengisahkan, pada Senin (15/5/2017) lalu itu, seusai apel bendera di kantornya di Puskemas Kota Ruteng, ia balik ke rumah mereka untuk mengambil laptop yang ketinggalan. Sampai di rumah ia melihat tumpukan bekas pempers orang dewasa di depan rumah mereka.

“Saya mengeluh waduh siapa yang membuang sampah pampers orang dewasa yang sudah terpakai di teras ini,” jelasnya.

Dua menit kemudian, lanjut Roni, muncul Yeremias Leta dengan sebilah parang di tangannya mengejar Roni sambil berteriak melecehkan dirinya. Karena itu, Roni lari sambil berteriak minta tolong ke tetangga.

“Saya juga menelepon suami saya. Kehadiran suami saya membuat Yeremias Leta semakin berang dan berusaha menyerang Kons dengan sebilah parangnya,” katanya.

Entah kenapa, Kons yang tidak melarikan diri dan membiarkan pelaku mengayukan parangnya malah mengurungkan niatnya, namun mengeluarkan kata-kata kotor.

“Anjing kau, percuma S2, membuang sampah di tempat saya,” jelasnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).