Ilustrasi

Vox NTT – Apa yang dilakukan perempuan ini membuat banyak orang geleng kepala.

Bagaimana tidak, Saat berlebaran ke rumah kerabat bersama suaminya, ia nekad memanfaatkan kesempatan untuk berduaan dengan pria lain. Ujung-ujungnyapun terjadi penganiayaan.

Kisah ini bermula saat Dayang Renitasari bersama suaminya, Totok berkunjung ke rumah salah satu kerabatnya di Desa Duwet, Kecamatan Pakel, Senin (26/6/2017) sore.

Dayang kemudian minta izin untuk menemui temannya yang bernama Anjar, di Dusun Ngingas Desa/Kecamatan Campurdarat.

Curiga dengan dengan istrinya, Totok membuntuti dari kejauhan.

“Saat diikuti itu, ternyata istri pelaku tidak ke Ngingas, tetapi menuju ke Desa Wates. Istri pelaku masuk ke salah satu rumah,” terang Kapolsek Campurdarat, AKP I Nengah Suteja, Kamis (29/6/2017).

Totok sebenarnya sempat kehilangan jejak. Namun berhasil menemukan keberadaan istrinya, setelah melihat motor yang dikendarainya parkir di belakang rumah warga.

Totok kemudian masuk ke rumah tersebut. Namun yang ada hanya seorang anak kecil. Semakin curiga, Totok memeriksa setiap ruangan.

Saat membuka kamar, Totok terkejut karena istrinya tengah bersama seorang laki-laki lain.

Dayang terlihat gugup, dan tergesa-gesa mamasang kancing bajunya. Belakangan diketahui, laki-laki yang bersama Dayang adalah Anang Wahyudi. Dua laki-laki ini sempat terlibat perang mulut.

“Karena pelaku dibakar cemburu, dia keluar mengambil batu. Kemudian memukul kepala Anang hingga terluka,” tutur Suteja.

Kegaduhan tersebut mengundang warga sekitar. Apalagi saat warga mengetahui Anang mengalami luka robek di kening sebelah kiri dan di dahi.

Warga mengamankan Totok, dan diserahkan ke pihak Polsek Campurdarat.

Totok mengaku emosi setelah tahu istrinya selingkuh. Apalagi dirinya kerap mendapat kabar, bahwa istrinya berlaku serong. Namun Totok tidak langsung percaya, dan mencari bukti kabar tersebut.

Totok mengaku sudah menikah dengan Dayang sejak 2016. Kini Totok mengaku pasrah dengan masa depan rumah tangganya. “Saya fokus ke proses hukumnya dulu. Saya pasrah dengan polisi,” ucapnya. (Surya Malang)

alterntif text