Kepala Kemenag Nagekeo Yosef Nganggo, Bupati Nagekeo Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo Paul Nuwa Veto, serta Staf Kemenag pose bersama dalam acara halalbihalal, Rabu (5/7/2017)

Mbay, Vox NTT-Usai melaksanakan ibadah puasa ramadan 1438 H Tahun 2017, Kementrian Agama (Kemenag) Nagekeo menggelar acara halalbihalal bersama staf di kantor itu, Rabu (5/7/2017).

Acara halalbihalal digelar‎ untuk saling memaafkan dan menguatkan silaturahmi antara pimpinan dan staf di Kemenag Kabupaten Nagekeo.

Diharapkan dari kegiatan ini masing-masing staf dapat memulai hubungan kerja dengan sesama dalam suasana penuh semangat. Acara ini juga sebagai bentuk introspeksi diri dalam melayani masyarakat dalam segala hal.

Acara halalbihalal itu dihadiri hampir seluruh unsur komponen masyarakat.

Hadir juga Bupati Nagekeo Elias Djo, Wabup Nagekeo Pau Nuwa Veto, Kapolsek Aesesa AKP Jamaluddin, Danramil Nagekeo, pimpinan istansi vertikal dan OPD, serta Pimpinan umat beragama, ormas-ormas keagamaan, generasi muda lintas agama, biarawan/biarawati, dan tokoh pendidikan.

Kepada VoxNtt.com, Kepala Kemenag Kabupaten Nagekeo Yosef Nganggo mengatakan kerukunan adalah simpul utama dan kata kunci terwujudnya bangunan sosial keberagaman masyarakat Indonesia. Kerukunan harus dirajut dalam keberagaman suku, agama , ras dan antargolongan.

Lanjut Yosef, dari berbagai keberagaman itu, yang sangat peka dan ekstra hati-hati adalah agama. Karena agama sangat bersentuhan langsung dengan nurani, jiwa dan emosi manusia.

Sedikit saja bersinggungan dengan agama, apalagi ditambah dengan bumbu kepentingan politik, ekonomi, dan lain-lain, bangunan sosial keberagaman masyarakat Indonesia atau NKRI berada pada posisi ancaman perpecahan.

“Karena itu hemat saya kerukunan hidup umat beragama adalah hal yang urgen, mendesak dan menjadi kebutuhan kita bersama. Kerukunan hidup beragama merupakan tiang raja, tiang utama bangunan rumah kerukunan nasional, kerukunan bangsa,” kata Yosef.

Dijelaskan dalam kaitan dengan itu, Kemenag sebagai salah satu perangkat negara sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila serta berbagai regulasi berkaitan dengan agama dan keagamaan, terus berupaya mengawal dan meningkatkan kualitas kerukunan hidup umat beragama.

Kemenag terus berupaya memperkuat layanan-layanan strategis demi terwujudnya kerukunan berkualitas dan produktif, demi bonum comnune dan bonum publikum (kemaslahatan dan kebaikan bersama).

“Dengan forum seperti ini, kita bisa  bersilaturahmi, kita bisa saling melurus-rentangkan benang kusut kehidupan kebersamaan kita, saling memaafkan, saling berbagi dan berdialog serta  bergembira bersama,” katanya.

Yosef mengajak semua pihak sesuai fungsi dan peran masing-masing dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk terus berpartisipasi dalam memperkuat bingkai kerukunan hidup umat beragama.

Hal itu terutama dengan membangun pemahaman dan kesadaran beragama secara sehat.

Sementara Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenag kabupaten Nagekeo yang telah mulai merawat kebersamaan dan kerukunan di wilayah itu melalui halabihalal.

Bupati Djo berharap agar masyarakat hidup  bersatu padu, rukun dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah Nagekeo. Masyarakat diajak bersama-sama menolak  aliran radikal yang merusak kebersamaan yang sudah dibangun sejak dulu kala. (Arkadius Togo/VoN)

alterntif text