Ilustrasi atap sekolah rubuh

Ende, Vox NTT-Angin kencang menerjang tiga ruang kelas Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pemo 1, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Peristiwa ini terjadi selama bulan Februari hingga Maret 2017.

Kepala Desa Pemo, Xaverius Peme Rada mengatakan peristiwa tersebut sudah diketahui Bupati Marselinus Y.W Petu saat safari lantik Kepala Desa Pemo.

Masyarakat melalui pemerintah desa mengusul agar memperbaiki tiga ruang kelas tersebut. Namun, hingga tahun ajaran baru belum direspon pemerintah daerah.

Kades Rada menjelaskan saat ini siswa tiga kelas yakni kelas 1, 2 dan 3 menggunakan sekatan kantor untuk proses pembelajaran.

“Kami sudah sampaikan ke bupati tapi belum realisasi. Selama ini mereka (siswa, red) belajar di kantor yang disekat,” katanya saat ditemui di Kantor Desa Pemo, Rabu (2/8/2017).

Kades Pemo menambahkan, jika sampai pertengahan semester belum diperbaiki maka kualitas pendidikan terganggu.

Saat ujian semester genap lalu, jelas Kades, ketiga kelas harus digabungkan dalam satu ruangan. Sebab, kondisi ketiga ruangan sudah tidak memiliki atap.

Oleh karena itu, pemerintah desa meminta agar segera melakukan perbaikan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan normal.

“Sudah ke bencana daerah tapi sampai sekarang belum tanggap. Ada tiga ruang kelas yang hancur parah,”katanya. (Ian Bala/AA/VoN)

alterntif text