Sejumlah rusa mati sedang dibawa menggunakan perahu motor yang diduga dari Taman Nasional Komodo. Dugaan itu ramai diwacanakan di facebook. (Foto: Ist)

Labuan Bajo, Vox NTT-Balai Taman Nasional Komodo (TNK) secara resmi mengeluarkan pernyataan terkait sejumlah foto kapal berisi rusa yang diduga diburu dalam kawasan TNK.

Dalam press release yang diterima VoxNtt. com, Rabu (9/8/2017) menjelaskan tujuh point terkait foto-foto perburuan rusa itu.

Seperti diketahui, baru-baru ini publik di Labuan Bajo dihebobkan dengan sejumlah foto kapal motor yang berisi rusa yang diduga hasil perburuan dalam kawasan TNK.

Terkait foto itu, sejumlah pihak angkat bicara, salah satunya Wakil DPRD Mabar, Abdul Ganir.

Abdul Ganir kepada wartawan di Labuan Bajo meminta pihak TNK untuk serius menyelesaikan perburuan rusa di kawasan itu, jika informasi itu benar terbukti.

Dia juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar Kepala TNK, Sudiyono dicopot dari jabatannya.

Itu jika tidak mampu menyelesaikan persoalan perburuan rusa oleh kelompok tertentu dalam kawasan TNK.

Adapun  7 point klarifikasi dari pihak TNK itu yakni;

Pertama,  dalam foto tersebut belum dapat menjelaskan asal usulnya rusa dari mana, kapan kejadian tersebut  berlangsung, siapa pelakunya, dan  data lain yang diperlukan dalam  proses pengungkapan.

 Kedua, kami telah membentuk tim internal untuk melakukan investigasi awal terhadap akun facebook yang  memuat foto tersebut. Tim kami mendapatkan hasil bahwa dalam facebook tersebut terdapat dua orang pelaku percakapan serta kapal dengan ciri khas daerah tertentu. Data lain  yang kami dapatkan dalam proses  investigasi tidak semuanya dapat kami  sampaikan pada kesempatan ini agar  tidak mengganggu dalam proses  pengungkapan/penanganan lebih  lanjut.

 Ketiga, kesimpulan awal, pelaku percakapan tersebut berada di luar kawasan TNK sehingga kami mengambil sikap untuk  berkoordinasi dengan pihak lain  sesuai dengan kewenangannya untuk melakukan investigasi secara  profesional.

 Keempat,  dari hal-hal di atas, kami belum mendapatkan bukti yang sah secara hukum keterkaitan antara foto tersebut dengan TNK.

 Kelima,  perlu kami sampaikan juga bahwa sumber pakan Komodo (Varanus  komodoensis) sebagai pemakan  daging (carnivora) berupa Rusa, Kerbau, Kuda, Babi Hutan, Tikus dan hewan kecil lainnya. Rusa sebagai  salah satu sumber pakan komodo,  saat ini yang dimana ketersediaannya masih mencukupi. Hal tersebut dapat dilihat dari trend populasi Komodo sebagai satwa inti relatif stabil. Komodo mempunyai karakter spesifik yaitu siklus makan dapat dilakukan satu bulan sekali.

 Keenam, pada saat ini patroli rutin dalam kawasan TNK tetap dilakukan sebagaimana biasa dengan focus pada daerah yang dianggap rawan serta dengan strategi menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

 Ketujuh, pada kondisi yang diperlukan dalam pengelolaannya kami melibatkan pihak lain seperti: Pemerintah daerah, Kepolisian, Pos AL, pihak TNI, WWF, DKPP, KSP, rekan-rekan media, para pelaku wisata, masyarakat serta mitra lainnya yang peduli.

(Gerasimos Satria/AA/VoN)

alterntif text