Ilustrasi (Foto: arbamedia.com)

Lembata Vox NTT-Adalah Ronal Lajar, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Atadei merasa terpanggil untuk ikut memperkenalkan khasiat dari buah aren yang banyak terdapat di Kalikasa, Desa Katakeja, Kecamatan Atadei.

Pesona pohon Aren yang berlimpah di kebun warga juga hutan Kalikasa, memantik rasa berbaginya kepada ibu-ibu di Kelompok Dasawisma Ina Sayang.

\Sebagai PPL yang berstatus PNS Ronal merasa terpanggil untuk menggerakan kelompok Ina Sayang, sebagai kelompok pertama yang diajarkannya untuk membuat kolang-kaling.

Ketika pertama kali mengajak ibu-ibu untuk terlibat dalam pembuatan kolang-kaling, semuaya respon dan menyatakan siap. « Saya pertama kali ajak dan lihat ibu-ibu di desa respon itu saja saya sudah sangat senang, » tutur Ronal dengan bangga.

Ronal mengatakan, untuk usaha kolang kaling ini pertama kalinya diajarkan kepada kelompok Dasawisma Ina Sayang. Mengenai proses pembuatan kolang-kaling, awalnya buah aren dipetik dari pohon. Setelah itu direbus. Buah yang dipetik juga tidak sembarang buah, melainkan buah aren  setengah tuah dengan kulit buah hijau.

Setelah direbus, didinginkan dan dibelah untuk ambil isi buah aren. Isi buah aren direndam dalam larutan air kapur siri. Dan didiamkan selama  tiga hari untuk mendapatkan kolang-kaling dengan kualitas terbaik.

Ketua Dasawisma Ina Sayang, Fransiska Mali mengisahkan, pada kegiatan awal pembuatan kolang-kaling pada 13 Agustus lalu,  buah aren yang didatangkan terlalu tua. Meskipun demikian semangat untuk belajar tetap bernyala-nyala.

« Bagi kebanyakan orang, mungkin ini sudah biasa tapi untuk kami di Ina Sayang baru pertama Pak, jadi kami semangat sekali, » tutur Mali.

Mali menambahkan, kegiatan belajar membuat kolang-kaling sudah berlangsung sebanyak tiga kali. Dari 13 Agustus, berlanjut pada 21 Agustus dampingi lagi pada tanggal 2 September kemarin.

« Kami semua senang dengan pelajaran buat kolang-kaling ini. Selain untuk membantu memberikan asupan nutrisi untuk keluarga kami. Kami di kelompok Ina Sayang juga berencana mengembangkan kolang-kaling jadi kuliner kebanggan yang dapat kami pasarkan, » katanya penuh semangat.

Penting untuk diketahui, kolang-kaling merupakan nama cemilan kenyal berbentuk lonjong. Berwarna putih transparan dan memiliki rasa yang menyegarkan. Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gramnya.

Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat dan serat kasar 0,95 gram. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengonsumsi kolang-kaling juga membantu memperlancar pencernaan. Kolang-kaling cocok juga disajikan dalam bentuk kolak dan es buah.

Motong Wuwur, Putera Kalikasa yang juga PPL dan sahabat dari Ronal Lajar mengungkapkan kebanggan akan semangat dan keinginan dari ibu-ibu dasawisma Ina Sayang yang tampak bangga dengan hasil belajar mereka.

Ama bisa lihat sendiri to, ibu-ibu ini orang kecil ama tapi semangat mereka belajar, mendengarkan dan mau kerja itu yang kita harapkan terus berlanjut. (Hengky Ola/Von)

 

alterntif text