Masyarakat Desa Naitimu Sedang Mencuci di embung yang airnya menguning. (Foto: Marcel)

Atambua, Vox NTT- Memasuki puncak musim panas, warga Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat mulai kesulitan untuk mengakses air bersih.

Pantauan VoxNtt.com, Senin, (18/9/2017) di Naitimu, beberapa warga masyarakat terpaksa mencuci pakaian menggunakan air yang warnanya sudah menguning.

Diakui, sejak awal September mereka terpaksa mencuci menggunakan air yang ada di embung, karena air bersih yang dibeli dari mobil tengki hanya dipakai untuk keperluan minum dan mencuci perlengkapan dapur.

Baca: Dua Tahun Warga Dadi Wuwu Kesulitan Air Bersih

Selain untuk menghemat, juga karena harga air yang sangat mahal, satu tengki dengan takaran 5000 liter dihargai Rp. 150.000.

“Kami beli air mahal sekali. Jadi, terpaksa kami cuci pakaian pakai air di kolam sini. Walaupun sudah kotor tapi tidak mungkin kami cuci pakai air yang dibeli di tengki, karena itu mahal sekali sehingga kami beli khusus untuk kebutuhan di dapur,”. Kisah seorang ibu paru baya yang tidak ingin namanya dipublikasi.

Karena alasan itulah maka air yang ditampung di embung, terpaksa digunakan untuk mencuci pakaian. Untuk membeli air yang dijual mobil tengki pun, masyarakat terpaksa patungan.

“Biasanya kami kumpul dua atau tiga rumah untuk beli air satu tengki”. Tambahnya. (Marcel/VoN)

alterntif text